
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, melalui deklarasi Banyuwangi ASRI yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Berbagai program gotong royong telah disiapkan, untuk mengimplementasikan gerakan Banyuwangi ASRI. Deklarasi yang digelar di kawasan wisata Grand Watu Dodol (GWD), Rabu (18/2/2026), tersebut melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Mulai Aparatur Sipil Negara
(ASN), TNI, Polri, organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, tokoh
agama, tokoh masyarakat, FKUB, pelajar, mahasiswa, pokdarwis, perwakilan pondok
pesantren, dan berbagai elemen masyarakat lainnya, mengimplementasikan gerakan
Banyuwangi ASRI.
Hadir langsung Kapolresta
Banyuwangi, Kombespol Rofiq Ripto, Danlanal Letkol Laut (P) Puji Santoso,
Kajari Banyuwangi AO Mangontan, Wabup Banyuwangi Mujiono.
"Hari ini kita memulai
gerakan besar, selaras dengan arah kebijakan Bapak Presiden. Beliau mengatakan,
sampah itu bencana, sampah itu penyakit, dan diproyeksikan hampir seluruh TPA
di Indonesia mengalami overcapacity di tahun 2028. Maka, Banyuwangi tidak boleh
menunggu, dan hari ini kita mulai dengan aksi nyata," kata Ipuk.
Dikomando Ipuk, para peserta
deklarasi tidak hanya membacakan komitmen bersama, ribuan masyarakat langsung
turun ke lapangan membersihkan sampah di sepanjang area pantai.
Ipuk menjelaskan, Banyuwangi ASRI
bukan sekadar program kebersihan, tapi memiliki indikator kerja yang
berkelanjutan dan terintegrasi pada semua aspek.
Pada aspek 'Aman', Banyuwangi
akan memperkuat sistem keamanan wilayah melalui sinergi dengan TNI, Polri, dan
tokoh masyarakat, penguatan keamanan wilayah salah satunya dengan integrasi
CCTV, hingga komitmen tinggi bersama TNI Polri dan masyarakat untuk memberantas
penyakit sosial.
Selain itu, desa-desa rawan
bencana didorong membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). "Banyuwangi
harus aman wilayahnya, tertib sosialnya, dan tangguh terhadap bencana,"
tegas Ipuk.
Aspek 'Sehat', Banyuwangi
memperkuat layanan kesehatan promotif dan preventif. "Maka kita dorong
gaya hidup sehat. Pergi puskesmas tidak hanya saat sakit, namun di kala sehat
kita justru harus rutin memeriksakan diri untuk deteksi dini. Kami juga akan
mendorong sanitasi layak, dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga,"
sambung Ipuk.
Sementara pada sektor 'Resik',
pemkab mengoptimalkan TPS3R dan bank sampah, serta memperkuat pemilahan sampah
dari rumah tangga. Gerakan pengurangan plastik sekali pakai serta kerja bakti
rutin di seluruh wilayah.
Sesuai arahan Presiden, lanjut
Ipuk, pemkab mendorong adanya perubahan budaya di masyarakat dengan mengajak
meluangkan waktu 10 - 15 menit setiap hari untuk kebersihan.
"Jika dilakukan serentak
oleh ribuan orang, hasilnya akan luar biasa. Kita siapkan juga transformasi
pengelolaan sampah yang lebih modern, mendukung kebijakan nasional termasuk
pengembangan waste to energy," tambah Ipuk.
Selain itu, Banyuwangi juga fokus
pada penguatan ruang terbuka hijau, penataan kawasan, hingga penguatan seni
budaya lokal dan eco-tourism.
“Kita akan terus mendorong
keindahan kota. Kawasan kota harus indah, dilengkapi dengan identitas budaya
lokal dan nasional yang menguat,” kata Ipuk.
"Intinya, ASRI adalah tugas semua elemen masyarakat, bukan hanya tugas pemda, bukan juga tugas TNI-Polri. Mari kita 'Tandang Bareng' mulai dari diri sendiri, dari rumah sendiri, dari lingkungan terkecil," pintanya. (*)