oleh

Aksi Demo PMII Tuntut Pemerintah Buka-Bukaan Dana Covid-19

KabarBanyuwangi.co.id – Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banyuwangi Selatan melakukan orasi di depan Kantor Bupati Banyuwangi, Kamis (8/10/2020).

Mereka menuntut agar pemerintah transparansi dalam penggunaan anggaran percepatan penanganan Covid-19.

Ketua Pengurus Cabang PMII Banyuwangi Selatan Achmad Faisal Hikam Hamdani menjelasan, aksi ini didasari kajian yang telah dilakukan mahasiswa selama tiga minggu mengenai anggaran Covid-19 yang mencapai miliaran rupiah, namun belum jelas peruntukannya.

“Itu maksud saya transparansi bahwa anggaran sebesar itu sudah dialokasikan kemana saja. Itu yang sampai hari ini tidak kita temukan, bahkan banner-banner pun juga tidak ada. Yang ada banner-banner tentang festival dan penghargaan,” ujarnya.

Baca Juga: Khawatir Membahayakan Keselamatan, Warga Tukangkayu Demo Tolak Pembangunan Tower

Baca Juga: Dinas PMTSP Tanggapi Penolakan Warga Soal Tower

Baca Juga: Puluhan Mahasiswa Turun Jalan Tolak Perluasan TWA Kawah Ijen

Program bagi-bagi satu juta masker yang dilakukan bupati, menurutnya, banyak tidak menemui sasaran.

“Karena banyak teman-teman kami dan warga yang ada di desa tidak menerima sekalipun adanya masker itu. Yang kami temukan bahwa masker kita beli dari uang kami sendiri,” jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut Faisal, mahasiswa yang tergabung dalam PMII Banyuwangi Selatan meminta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menemui mahasiswa untuk melakukan mediasi mengenai transparansi penggunaan anggaran percepatan dan penanganan Covid-19 di Banyuwangi.

“Jika sampai hari ini tidak menemukan titik terang, kami akan datangkan massa lebih banyak lagi pada Senin depan,” ungkap Faisal disela-sela orasi. (fat)

_blank