
Kobaran api dan kepulan asap membumbung tinggi di lapak rongsokan di Desa Wonosobo, Srono, Banyuwangi. (Foto: Isimewa)
KabarBanyuwangi.co.id - Peristiwa kebakaran melanda tempat
penyimpanan barang rongsokan di Dusun Krajan Kulon, Desa Wonosobo, Kecamatan
Srono, Kabupaten Banyuwangi pada Senin (24/8/2026) malam. Insiden tersebut
memicu kepulan asap membumbung tinggi dan membuat warga sekitar panik.
Bangunan lapak rongsokan milik Ainul Yakin (42) tersebut
mendadak membara hanya berselang 30 menit setelah aktivitas pemilahan barang
bekas selesai dilakukan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat)
Kabupaten Banyuwangi, Edy Supriyono, menjelaskan bahwa laporan kebakaran masuk
ke Call Center sekitar pukul 20.19 WIB. Petugas dari Sektor Srono langsung
dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Berdasarkan hasil investigasi awal dan keterangan
saksi, api diduga berasal dari lemparan puntung rokok yang belum sepenuhnya
padam. Bara api tertiup angin lalu menyambar material mudah terbakar seperti
kardus dan plastik," kata Edy.
Melihat kobaran api membesar dengan cepat di area seluas
10x6 meter, warga sekitar sempat berupaya memadamkan si jago merah secara
gotong-royong menggunakan peralatan seadanya. Namun, banyaknya tumpukan bahan
yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan.
Petugas Damkarmat Sektor Srono yang tiba di lokasi pada
pukul 20.36 WIB langsung menggelar satu jalur selang dan melakukan penyemprotan
secara terarah untuk memutus jalur perambatan api.
"Personel gabungan langsung memblokir titik api agar
tidak merambat ke pemukiman sekitar. Api utama berhasil dipadamkan sekitar
pukul 21.05 WIB," jelasnya.
Setelah api padam, petugas melanjutkan proses penyisiran
dan pendinginan pada tumpukan kardus serta plastik bekas guna memastikan tidak
ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Seluruh penanganan dinyatakan aman dan terkendali pada
pukul 21.33 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam
musibah ini. Kerugian materiil yang dialami pemilik usaha ditaksir mencapai
Rp1,5 juta. (man)
