ASDP Prediksi Puncak Arus Balik dari Jawa ke Bali Terjadi 26 Sampai 28 Maret, Penyeberangan LancarASDP Ketapang

ASDP Prediksi Puncak Arus Balik dari Jawa ke Bali Terjadi 26 Sampai 28 Maret, Penyeberangan Lancar

Pemudik berjalan di area lorong dermaga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id – ASDP memperkirakan puncak arus balik Lebaran dari Jawa menuju Bali via Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi terjadi pada 26 hingga 28 Maret 2026.

Sejak akhir pekan, arus kendaraan pemudik dari berbagai wilayah di pulau Jawa bergerak dengan ritme yang stabil tanpa lonjakan antrean signifikan.

Hal ini ditopang oleh pengaturan operasional yang adaptif, kesiapan armada, serta orkestrasi layanan yang terkoordinasi lintas stakeholder.

Baca Juga :

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano mengimbau pengguna jasa untuk mengatur jadwal perjalanan lebih awal atau memilih waktu di luar periode puncak.

"Sehingga perjalanan tetap nyaman tanpa harus menghadapi antrean,” ujar Yossianis dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (24/3/2026).

Sejumlah kendaraan mengatre menuju loket Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Berdasarkan data Posko Ketapang selama 24 jam periode 23 Maret 2026 atau H+2, tercatat 177 trip kapal dengan total 38.212

penumpang menyeberang dari Jawa ke Bali. Jumlah tersebut naik 0,7 persen dibanding 2025.

Kendaraan roda dua yang mengarah dari Jawa menuju Bali pada H+2, mencapai 6.534 unit atau naik 34,2 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 4.870 unit.

Sedangkan roda empat sebanyak 4.290 unit, truk 464 unit, dan 283 bus. Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali tembus 11.571 unit, tumbuh 10,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko memastikan operasional di lintasan Ketapang-Gilimauk berjalan sesuai skenario pengendalian arus balik.

Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano saat konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. (Foto : Istimewa)

"Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan yang merata membuat proses bongkar muat kapal berlangsung cepat dan efisien tanpa hambatan berarti," kata Eko

Arief menambahkan, secara kumulatif sejak H-10 hingga H+2, jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 285.104 orang atau turun 1,5 persen.

Adapun total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 63.085 unit atau naik 1,2 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 62.355 unit. (fat)