Banyuwangi Nihil Kasus Super Flu, Dinkes Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Terapkan Pola Hidup SehatDinkes Banyuwangi

Banyuwangi Nihil Kasus Super Flu, Dinkes Imbau Masyarakat Tetap Waspada dan Terapkan Pola Hidup Sehat

Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat. (Foto: Fattahur/Dok)

KabarBanyuwangi.co.id – Istilah Super Flu mulai ramai diperbincangkan belakangan ini. Fenomena ini berkaitan dengan varian terbaru virus influenza A (H3N2) subclade K.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat menjelaskan, varian tersebut merupakan hasil mutasi dari virus influenza yang sebelumnya sudah ada.

"Ini bagian dari evolusi virus influenza tipe A (H3N2) yang selama ini sudah ada. Evolusinya disebut Subclade K. Jadi, ini bukan sebuah virus baru. Hanya memang berevolusi dan tidak mematikan," terang Amir, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga :

Penyakit ini sempat meningkat secara global, dan terdeteksi merebak di China, Korea Selatan, Jepang, Singapura dan Thailand. "Tapi pada November dan Desember 2025, di negara-negara itu kasusnya sudah menurun," ujar Amir.

Berdasarkan informasi yang diterima Amir dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasusnya terdeteksi setelah dilakukan tracing di berbagai wilayah, namun di Indonesia masih terkendali.

Hingga akhir Desember 2025, di Indonesia tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. 

"Saat dilakukan tracing, hasilnya memang ada yang positif. Tapi Banyuwangi tidak termasuk yang menjadi titik pemantauan. Sehingga tidak ada terdeteksi kasus yang ada disini," ungkapnya.

Dinkes Banyuwangi meminta masyarakat tidak perlu panik. Warga juga diimbau untuk tetap waspada, meningkatkan budaya hidup sehat, menjaga kebersihan, serta rutin berolahraga agar terhindar dari berbagai penyakit.

"Kami juga telah meminta layanan kesehatan di seluruh wilayah Banyuwangi untuk siaga," kata Amir.

Dinkes Banyuwangi juga mengingatkan masyarakat untuk memakai masker bila mengalami flu batuk dan hindari menggunakan antibiotik tanpa anjuran dokter. 

"Bisa juga melakukan vaksinasi influenza bagi kelompok rentan. Jika siswa yang bergejala flu dan batuk, kami imbau sekolah untuk mengizinkan mereka belajar dari rumah," tandasnya. (fat)