oleh

Bertemu Pendidik NU, Ipuk Fiestiandani Disambut Nyayian Yaa Lal Wathan

KabarBanyuwangi.co.id – Kedatangan Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, saat bertemu dengan para pengajar dari lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) di Rogojampi, Rabu (16/9), disambut dengan lagu “Yaa Lal Wathan”.

Lagu ciptaan ulama pendiri NU, KH Wahab Hasbullah, pada 1934 itu berkumandang saat Ipuk tiba. Di tempat ini, Ipuk bertemu para pendidik dari Yayasan Ahlussunnah Wal Jamaah di bawah pimpinan Nanang Nur Ahmadi.

“Selama ini Bu Ipuk selalu konsen pada dunia pendidikan. Beliau telah lama membina dan memfasilitasi anak-anak muda serta pelajar,” kata Nanang.

Nanang menambahkan, selama beberapa tahun terakhir, pendidikan selalu menjadi program wajib Pemkab Banyuwangi. Banyak inovasi dilakukan, seperti pemberian beasiswa melalui Beasiswa Banyuwangi Cerdas, pengiriman guru yang mendapat beasiswa ke pelosok-pelosok desa melalui Banyuwangi Mengajar.

Baca Juga: Tahapan dan Pengamanan Pilkada Banyuwangi 2020 Wajib Terapkan Protokol Covid-19

Selain itu, Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang merupakan program menumbuhkan solidaritas sejak dini, pemberian uang saku bagi siswa miskin, dan banyak juga program lainnya. Sejak 2017 gaji Guru Tidak Tetap (GTT) naik dari Rp 300.000 per bulan menjadi Rp 1 juta

“Bahkan ketika banyak daerah lainnya gaji guru honorer berkisar Rp 300.000 sampai Rp 600.000, ternyata di Banyuwangi sudah Rp 1 juta. Banyak program-program pendidikan yang telah dilakukan di era Bupati Anas, dan itu bisa berkesinambungan oleh Bu Ipuk,” tambah Nanang.

Nanang melanjutkan, Ipuk selama ini banyak aktif terlibat di dunia pendidikan. Ipuk merupakan Ketua Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan Tuna Indra (YKPTI) yang intens terlibat dalam pemberdayaan para penyandang disabilitas di Banyuwangi.

Baca Juga: Sapa Warga Muncar, Ipuk-Sugirah Paparkan Program Petani dan Nelayan

Baca Juga: Kalangan Komunitas dan Relawan, Deklarasi Dukung Pasangan Mas Yusuf – Gus Riza

Ipuk juga aktif mengawal program sekolah inklusi agar para penyandang disabilitas mendapat kemudahan akses dan kesetaraan pendidikan, di antaranya menginisiasi sekolah inklusi. Di mana Banyuwangi saat ini memiliki lebih dari 220 sekolah inklusi dengan ratusan guru pendamping khusus.

“Bu Ipuk juga ikut mencetuskan Festival Kita Bisa yang merupakan ajang seni-budaya dan kreativitas para penyandang disabilitas se-Banyuwangi, yang pada gilirannya menumbuhkan semangat solidaritas dari seluruh warga untuk memberdayakan mereka,” jelas Nanang.

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas sambutan luar biasa para pengajar NU. Apalagi, dia disambut dengan lagu “Syubbanul Wathan” atau “Yaa Lal Wathan”.

“Inilah lagu yang selalu mengingatkan kita untuk senantaisa cinta Tanah Air. Lagu yang juga menunjukkan bahwa cinta agama dan cinta bangsa adalah satu kesatuan, tidak bisa saling dipertentangkan,” ujarnya.

Terkait pendidikan, Ipuk mengatakan, kemajuan sektor pendidikan yang telah hadir di Banyuwangi perlu terus ditingkatkan.

“Kuncinya ada dua, yaitu peningkatan akses dan kualitas. Akses terkait semakin mudahnya warga mendapatkan layanan pendidikan, di dalamnya ada beasiswa, tabungan pelajar, dan intervensi lainnya,” cetusnya.

“Adapun kualitas, terkait infrastruktur fisik dan infrastruktur lunak. Fisik soal kelengkapan fasilitas. Infrastruktur lunak soal kualitas SDM, termasuk guru, yang berarti kita bicara upaya peningkatan kesejahteraan guru. Semua akan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (red)

_blank

Kabar Terkait