oleh

Cek Kesiapan Pilkada 2020, Komisi II DPR RI Sambangi Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di Banyuwangi ternyata menarik perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Senin (12/10/20) siang.

Tim kunjungan kerja kali ini di pimpin oleh, Arif Wibowo dan Moh. Arwani Thomafi, bersama empat belas anggota komisi II DPR RI Lainnya. Setelah turun di bandara Blimbingsari Banyuwangi, rombongan langsung diterima Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di pendopo Shaba Swagata Blambangan.

Baca Juga: Komisi A DPRD Jatim Berkunjung Ke Bawaslu Banyuwangi

Dalam sambutannya, Arif yang berasal dari fraksi PDI Perjuangan mengatakan, jika kedatangan tim komisi II DPR RI ini untuk melakukan tugasnya mengawasi tahapan Pilkada yang berlangsung di Tapal Kuda, yakni Banyuwangi, Jember dan Situbondo.

“Perkembangan pelaksanaan pemilihan serentak ini menjadi fokus pengawasan kerja kami, kami melakukan tatap muka dengan para penyelenggara pemilihan di tiga Kabupaten tersebut, guna mendapatkan informasi pasti soal progres pelaksanaan dan hambatan yang barangkali ditemukan,” kata arif.

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi Dampingi Ikrar Netralitas ASN Se-Kabupaten

Dalam acara yang dikemas dialog langsung tersebut, masing-masing penyelenggara pemilihan dari tiga Kabupaten melaporkan dan berdialog dengan rombongan. Bahkan sejumlah anggota rombongan, menyatakan jika meski pemilihan serentak dalam situasi pandemi, penyelenggara pemilihan baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus tetap optimis dan tidak boleh putus asa.

Selain penyelenggara dari 3 Kabupaten, hadir pula, Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Totok Hariyanto, dan KPU Provinsi Jawa Timur, Khoirul Anam.

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi: Kita Pelototi Sebelas Kerawanan Tahap Pencalonan

Sementara ketua Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Hamim menjelaskan, dalam tahap kampanye terkendala persoalan paslon yang hendak melakukan kampanye, tapi tidak dikeluarkannya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye.

“Dalam hal ini kami minta koordinasi dan soliditas berbagai pihak, agar persoalan prasayarat dilaksanakannya kampanye bisa dilakukan secara prosedur,” kata Hamim

Acara yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut diakhiri dengan pemberian saran dari komisi II DPR RI ke para penyelenggara, agar pelaksanaan pemilihan serentak tahun 2020 berjalan aman, tertib dan tentram. (humas/bawaslu/bwi)

_blank

Kabar Terkait