oleh

Disbudpar Atur Jadwal Pentas Sanggar Tari, Janger dan Jaranan Selama Pandemi

KabarBanyuwangi.co.id – Kembang kempisnya “nafas” dunia seni pertunjukan selama pandemi Covid-19, akan berganti dengan suasana sedikit lega. Pasalnya Pemkab Banyuwangi, melalui Disbudpar, segera melanjutkan pelaksanaan penyelamatan nasib kesenian masyarakat. Beberapa waktu lalu, pengelola hotel yang belum mendapat giliran sinergitas program, dihadirkan di Pendopo Tengah Disbudpar, Banyuwangi.

“Kita menterjemahkan apa yang diharapkan Kadisbudpar. Dalam rangka memberikan service tamu-tamu hotel, dengan hiburan kesenian. Jadi, ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil. Pertama, tamu hotel mendapat suguhan kesenian tanpa harus keluar meninggalkan area hotel,  kedua Sanggar-Sanggar Seni tetap bisa hidup, di tengah pandemi Covid 19,” kata Plt. Kabid Bidang Promosi, Ainurrofiq.

Sebagai kelanjutan program tersebut, ada 15 hotel yang akan mendapat giliran sinergitas program.

“Kami sudah menyusun jadwal, untuk tampilan sanggar seni di hotel hotel. Sanggar yang tampil disesuaikan dengan kedekatan jarak, lokasi  atau alamat Sanggar dengan hotel. Diusahakan semaksimal mungkin, sanggar yang tampil masih satu wilayah dengan alamat hotel. Setidaknya satu wilayah kecamatan,” ucap Kasi Adat dan Cagar Budaya, H. Agus Siswarso, S.Ap

Baca Juga: Film “Yowis Ben-3” Pilih Banyuwangi Sebagai Lokasi Syuting

Baca Juga: Undang Seniman dan Budayawan ke Pendopo, Bupati Anas Pamitan

Baca Juga: Antusiasme Masyarakat Tinggi, Pameran Kepurbakalaan Diperpanjang

Sebagai bidang yang menangani masalah pemberdayaan kesenian dan pelestarian adat tradisi Disbudpar Banyuwangi. Selain penampilan sanggar seni tari di hotel-hotel, juga akan menampilkan 10 grup Janger dan 10 grup Jaranan secara bergiliran di Gesibu Blambangan. Acara tersebut dijadwalkan mulai bulan Oktober 2020 mendatang.

“Sedangkan 15 sanggar seni yang tidak ditampilkan di hotel, akan diberi kesempatan membuat karya tari yang penampilannya  dikemas dalam bentuk video. Mereka juga menerima imbalan finansial, meski jika dinilai harganya tidak mencungkupi untuk biaya sebuah proses,” ucap Sekdinbudpar, Choliqul Ridha.

Choliqul Ridha yang juga pemilik Warung Watu Semar tersebut berharap, agar seluruh grup Janger dan Jaranan benar-benar mendata anggotanya. Sehingga tidak ada aktor atau aktris panggung yang mendapat job ganda.

“Artinya agar seluruh wayang atau pemain janger bisa terakomodir. Jangan sampai ada satu aktor main berkali-kali dengan grup yang berbeda,” imbuhnya.

Para pemilik Sanggar Seni Tari, Pemilik Janger dan Jaranan menyambut gembira rencana pentas bergilir. (Foto: istimewa)
Para pemilik Sanggar Seni Tari, Pemilik Janger dan Jaranan menyambut gembira rencana pentas bergilir. (Foto: istimewa)

Beberapa pemilik grup janger berharap, agar cerita yang ditampilkan masing masing grup tidak sama. Lakon yang akan ditampilkan harus didaftar, agar tidak tabrakan.

“Kan ndak enak ditonton netizen seluruh dunia. Kayak ndak ada cerita lain saja,” kata pimpinan janger Tanjungwangi, Suwito.

Seluruh tampilan di Gesibu Blambangan, disuguhkan tanpa penonton langsung. karena pihak Disbudpar akan menyiarkan melalui live streaming  di akun banyuwangitourism.

(Penulis: Fauzi Abdullah, Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemkab Banyuwangi)

_blank

Kabar Terkait