Dukungan Mengalir Deras, Gus Makki Digadang Jadi Nahkoda Baru PKB BanyuwangiDKC Garda Bangsa Banyuwangi

Dukungan Mengalir Deras, Gus Makki Digadang Jadi Nahkoda Baru PKB Banyuwangi

Sejumlah pengurus DKC dan DKAC Garda Bangsa saatsilaturahmi sekaligus memberikan dukungan kepada Gus Makki agar maju sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Peta persaingan menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Banyuwangi kian menghangat.

Di tengah dinamika internal partai, satu nama mencuat dan terus menguat adalah, KH. Mohammad Ali Makki Zaini, yang akrab disapa Gus Makki.

Figur ulama yang memiliki pengaruh luas di Banyuwangi ini kini masuk dalam bursa calon Ketua Tanfidz DPC PKB Banyuwangi.

Baca Juga :

Dukungan disebut terus mengalir dari berbagai elemen, mulai dari badan otonom hingga struktur partai di tingkat bawah.

Menguatnya nama Gus Makki tidak lepas dari rekam jejaknya yang panjang, baik dalam dunia keagamaan, sosial, maupun politik.

Ia dikenal sebagai sosok yang mampu menjangkau berbagai kalangan, sekaligus menjaga keseimbangan di tengah masyarakat Banyuwangi yang majemuk.

Muscab PKB Banyuwangi sendiri dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 5 April 2026, di Santika Hotel.

Menjelang agenda tersebut, dukungan terhadap Gus Makki semakin terkonsolidasi dan terus menguat.

Dewan Koordinator Cabang (DKC) Garda Bangsa Banyuwangi menyatakan dukungan terbuka.

Ketua DKC Garda Bangsa Banyuwangi, M. Arif Wijaya, menilai Gus Makki sebagai figur yang memiliki kapasitas lengkap untuk memimpin partai ke depan.

“Gus Makki adalah sosok yang komplit. Beliau mampu menjembatani perbedaan serta menjaga harmoni di tengah masyarakat yang beragam. Itu yang membuatnya dihormati lintas kalangan,” ujar Arif.

Menurut Arif, pengalaman Gus Makki dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banyuwangi 2024 menjadi salah satu indikator kuat atas kapasitas kepemimpinannya.

Dalam proses tersebut, Gus Makki dinilai menunjukkan gaya kepemimpinan yang inklusif dan membumi.

Ia dikenal kerap turun langsung ke masyarakat, menyapa berbagai lapisan tanpa memandang latar belakang agama maupun sosial.

Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan politik saat ini yang menuntut kedekatan nyata dengan publik.

“Gaya kepemimpinan yang langsung menyentuh masyarakat menjadi nilai lebih. Ini yang dibutuhkan PKB saat ini,” katanya.

Selain itu, kiprah Gus Makki saat memimpin Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi turut menjadi catatan penting.

Ia dinilai tidak hanya menjalankan fungsi organisasi, tetapi juga menghadirkan keteladanan dalam pengabdian kepada umat.

“Beliau sederhana namun tegas, serta cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kepemimpinan seperti ini relevan untuk menjawab tantangan sosial modern,” ujar Arif.

Sejumlah kalangan melihat, menguatnya dukungan terhadap Gus Makki mencerminkan aspirasi kader di tingkat akar rumput yang menginginkan kepemimpinan yang mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperluas basis dukungan partai.

Dengan dukungan yang terus mengalir, peluang Gus Makki untuk memimpin DPC PKB Banyuwangi dinilai semakin terbuka.

Terlebih, dorongan dari struktur partai di tingkat bawah menjadi salah satu faktor kunci dalam dinamika Muscab.

“Kami mengusulkan dan mendukung Gus Makki sebagai Ketua DPC PKB Banyuwangi. Harapannya, di bawah kepemimpinan beliau, PKB Banyuwangi dapat kembali mencapai masa kejayaannya,” pungkas Arif. (*)