
Prosesi penandatanganan dokumen LKPJ Bupati Banyuwangi Tahun 2025. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani
menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025
dalam rapat paripurna di gedung DPRD setempat, Jum’at (27/03/2026).
Bupati Ipuk menyampaikan sejumlah capaian penyelenggaraan
pemerintahan dan kinerja pembangunan 2025 mengacu pada Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
2025.
Pada tahun 2025 berbagai program kerja dan inovasi telah
dilaksanakan dan sukses berdampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Beberapa capaian kinerja dapat dilihat pada realisasi dan
capaian Indikator Kinerja Utama, diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM),
persentase penduduk miskin dan pertumbuhan ekonomi.
"IPM Banyuwangi naik dari 74,30 pada 2024 menjadi
75,17 di 2025, melampaui target hingga 100,40 persen. Angka kemiskinan berhasil
ditekan dari 6,54 persen menjadi 6,13 persen. Capaian ini juga melebihi target
dengan realisasi 102,54 persen," bebernya.
Ketimpangan ekonomi yang diukur melalui indeks gini turut
menurun dari 0,312 menjadi 0,290 pada 2025. Sementara Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT) juga turun dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen.
Pertumbuhan ekonomi Banyuwangi juga tumbuh positif. Pada
2025 tercatat sebesar 5,65 persen, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya
sekitar 4,68 persen atau naik 0,97 poin persentase.
"Ini merupakan kenaikan tertinggi dalam lima tahun
terakhir dan melampaui target dengan capaian sebesar 115,31 persen," kata
Ipuk.
Bupati Ipuk juga memaparkan capaian beberapa urusan
pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah. Diantaranya Indeks Pendidikan di
2025 sebesar 0,63 atau 101,61 persen dari target.
Indeks Kesehatan menyentuh 0,84 persen atau melebihi target
hingga 107,69 persen. Pada sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan
Nusantara naik dari 3,28 juta di 2024, menjadi 3,50 juta orang pada 2025.
Wisatawan mancanegara meningkat dari 122,90 ribu menjadi 166,99 ribu.
Dari sisi realisasi keuangan daerah tahun 2025 ditargetkan
Rp 3,511 triliun dan terealisasi Rp 3,600 triliun, naik sebesar 102,54 persen.
Belanja Daerah Tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp. 3,970 triliun dan tercapai Rp.
3,621 triliun atau 91,21 persen.
Sementara pembiayaan netto terealisasi Rp 340,8 miliar dari
target Rp 459,2 miliar atau 74,23 persen. Adapun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
(SILPA) tahun 2025 tercatat sebesar Rp 319,8 miliar.
Dalam laporannya, Ipuk juga memaparkan sejumlah prestasi
yang diraih Banyuwangi sepanjang 2025. Diantaranya, kabupaten dengan
penyelenggaran pemerintahan daerah tinggi dari Kementerian Dalam Negeri.
Berikutnya, Kabupaten terinovatif se Indonesia. Tata Kelola
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik, Best Smart Branding Innovation dalam
Indonesia Smart Nation Award (ISNA) Tahun 2025.
Penghargaan lainnya yakni, Most Inspiring Tourism Leader
dalam ajang Wonderful Indonesia Award 2025, Pengelolaan JDIH terbaik, Kabupaten
Sehat Swasti Saba kategori Padapa, serta SPBE terbaik se Indonesia.
"Kami menyadari bahwa masih banyak yang harus dibenahi
dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Banyuwangi. Untuk
itu, segenap masukan dari legislatif akan kami jadikan sebagai bahan evaluasi
di masa mendatang," pungkasnya.
Rapat paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Ruliono
didampingi Michael Edy Hariyanto, serta dihadiri anggota dewan lintas fraksi.
Adapula Wakil Bupati Mujiono, jajaran asisten, kepala SKPD, hingga para camat
dan lurah. (fat)