oleh

Gus Riza Tradisikan Menginap di Rumah Warga Demi Menyelami Keinginan Rakyat

KabarBanyuwangi.co.id – Luasnya wilayah Kabupaten Banyuwangi, tidak memungkinkan menyapa warga dilakukan pulang pergi setiap hari, dari desa ke Kota Kabupaten. Inilah yang mendasari Gus Riza, sebagai Calon Wakil Bupati Banyuwangi, untuk menginap di rumah warga agar tuntas dalam menyerap aspirasi.

Seperti yang dilakukan Gus Riza saat menyapa warga Kecamatan Tegaldlimo, terletak di ujung selatan Kabupaten Banyuwangi. Malam harinya, Gus riza menyapa beberapa komunitas hingga larut malam. Saat dini hari Gus Riza sudah menyapa lagi para pedagang pasar yang beraktivitas sejak pukul 24.00 WIB, Minggu (4/10/2020) dini hari.

“Saya menginap di Ponpes Subulul Huda Tegaldlimo, yang diasuh KH. Amin Tohari. Saya menemuai warga sampai tengah malam, kemudian memilih menginap di Tegaldlimo. Jam 03 dini hari, saya sudah menemui para pedagang. Cara ini sangat efektif, mendengarkan langsung keluhan warga. Mereka mencurahkan semua, apa yang diinginkan dari peran pemerintah,” ujar Gus Riza yang ternyata sudah dihafal oleh pedagang pasar.

Baca Juga: Bawaslu Temukan Pelanggaran Kampanye Tanpa Kantongi STTP

Baca Juga: Ipuk Fiestiandani Dihadiahi Batik Kuno dari Maestro Batik Banyuwangi

Baca Juga: KPU Banyuwangi Buka Pendaftaran KPPS, Inilah Syaratnya

Dialog Gus Riza dengan pedagang Melijo, atau pedagang sayur yang sedang kulakan, menyinta perhatian orang banyak. Mereka kebanyakan sudah mengetahui nama Gus Riza, juga hajatnya yang sedang macalonkan sebagai Wakil Bupati Banyuwangi mendampingi Yusuf Widyatmoko.

“Semoga Gus Riza bisa menjadi Wakil Bupati seperti yang diikhtiarkan sekarang,” ujar seorang pedagang Melijo yang diamini Gus Riza.

Tengah malam, Gus Riza ditunggu masyarakat Tegaldlimo yang ingin menyampaikan aspirasinya. (Foto: istimewa)
Tengah malam, Gus Riza ditunggu masyarakat Tegaldlimo yang ingin menyampaikan aspirasinya. (Foto: istimewa)

Pagi hari setelah sholat subuh, Gus Riza masih sempat menemui warga yang sedang berolahraga jalan pagi. Gus Riza dengan luwes bergabung dengan Ibu-Ibu yang sudah mengetahui Gus Riza. Setelah olahraga, seperti biasa Gus Riza harus sabar melayani permintaan foto bersama.

Sebelum meninggalkan Tegaldlimo, Gus Riza menyempatan diri bersilaturahmi di kediaman KH. Suyuti Toha sekaligus mendapatkan pesan khusus dari tuan rumah, agar bekerja keras dikala muda, agar dimasa tua bisa dinikmati.

“Laksanakan ibadah dengan istiqomah, meskipun sedikit, dicontohkan lebih baik rutin dua rokaat solat dhuha dari pada banyak tapi jarang,” pesan KH. Suyuti.

KH. Suyuti Thoha memberi wejangan khusus kepada Gus Riza. (Foto: istimewa)
KH. Suyuti Thoha memberi wejangan khusus kepada Gus Riza. (Foto: istimewa)

KH Suyuti juga mengingatkan, agar Gus Riza tahu diri, tahu situasi dan disiplin. Kyai Suyuti kembali mengingatkan, agar tidak membawa nama NU (Nahdlatul Ulama) ke ranah Politik, karena NU didirikan oleh Waliyullah.

“Banyuwangi harus ada perubahan total. Tanah-tanah di Banyuwangi yang masih sengketa, harus selesai kasihan masyarakat. Lumbung padi di Jawa adalah Jawa Timur. Jawa Timur adalah Banyuwangi, Banyuwangi adalah daerah selatan termasuk Tegaldlimo, mohon lebih dimakmurkan permasalahan pertanian,” pinta Kyai Suyuti.

“Banyuwangi miliki kemaslahatan masyarakat, Banyuwangi tidak hanya milik kelompok-kelompok saja. Banyuwangi itu ibarat botol, luarnya label minyak kasturi (bagus), tetapi isinya (oli tap tapan). Maksudnya, Banyuwangi masih baik di luaran saja, belum ke dalamnya ke masyarakatnya tidak sesuai dengan gambaran di luar,” pungkas Kyai Suyuti yang dengarkan dengan seksama oleh Gus Riza. (sen)

_blank

Kabar Terkait