oleh

HUT ke-39, PT INKA Berkalaborasi dengan SMK Binaan

KabarBanyuwangi.co.id – Di hari ulang tahun (HUT) yang ke-39, PT INKA (Persero) memberikan bantuan kepada warga Banyuwangi, salah satunya berupa trainig pengelasan. Pelatihan ini secara simbolis diseremonialkan di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Ihya Ulumudin, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Selasa (22/9/2020).

Target peserta pada kesempatan kali ini sebanyak 20 orang lulusan dari SMK. Jumlah tersebut merupakan usulan dari perangkat desa setempat yang diharapkan setelah mengikuti training mereka mendapatkan bekal bekerja.

Direktur Operasi PT INKA, I Gede Agus Prayatna mengatakan, bahwa dengan pelatihan pengelasan selama 1 hari ini mereka akan mendapat sertifikat dari SMK binaan, yakni SMKN 1 Glagah Banyuwangi.

“Kita men-training warga sekitar workshop INKA di Kalipuro dengan melibatkan SMKN 1 Glagah Banyuwangi sebagai SMK binaan INKA, dikarenakan fasilitas dan tenaga pengajar di sana legkap. Mereka nantinya akan mendapat sertifikat pengelasan dan kesempatan bekerja di manapun,” jelas Gede.

Baca Juga: Bina Sekolah Kejuruan, INKA Bentuk Ekosistem Industri Kereta di Banyuwangi

Baca Juga: TSG Berencana Mengekspor Produksi Kereta Api PT. INKA Banyuwangi Ke Kongo

Baca Juga: Bakal Buka Lapangan Kerja, Bupati Cek Pembangunan Pabrik Kereta

Pada kesempatan tersebut, PT INKA (Persero) beralaborasi dengan SMK Ihya Ulumudin untuk meramaikan rangkaian HUT ke-39 PT INKA melalui lomba video blogging atau Vlog untuk SMK se-Banyuwangi, dilanjutkan juga dengan peyerahan alat praktikum tahap II, dan bantuan untuk Mushola SMK Ihya Ulumudin serta Masjid SMKN 1 Glagah.

HUT PT INKA (Persero) sebelumnya diawali dengan pemberian Corporate Social Responsibility (CSR) berupa alat praktikum tahap I kepada SMK binaan di Banyuwangi pada tanggal 9 Sepember 2020 lalu di SMKN 1 Glagah yang juga dihadiri Bapak Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

“Pada CSR tahap I telah kami serahkan prototype mobil yang dalam waktu 2 minggu telah berhasil dibangun secara gotong royong oleh pengajar dan siswa SMKN binaan hingga bisa dijalankan. Hal ini menunjukan kreatifitas yang luar biasa dari sistem pendidikan di SMK Banyuwangi,” pungkas Gede. (red)

_blank

Kabar Terkait