oleh

Kampung Sedekah, Tumbuhkan Solidaritas dan Kesadaran Berbagi Akibat Dampak Covid-19

KabarBanyuwangi.co.id – Berawal dari keprihatinan kondisi ekonomi warga akibat Pandemi, sekelompok warga Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo menggelar “Kampung Sedekah”. Konsepnya adalah berbagi membantu warga yang kurang beruntung, seratus persen ide tersebut dikelola langsung oleh masyarakat.

Tidak ada campur tangah Pemerintah, apalagi kuncuran dana untuk meringankan beban masyarakat. Kalapun ditemukan logo dari sebuah bank di spanduk dan banner, itu semata-mata sumbangan dari lembaga sebagai alat publikasi. Warga sepakat membiayai sendiri kegiatan sosial ini, berupa amal.

Pada kegiatan pertama, hanya dipilih hari Jumat (11/9/2020), karena sebagai umat Islam yakin hari Jumat akan membawa berkah. Kebetulan hari ini di Desa Kedunggebang berlangsung dua tempat Kampung Sedekah sekaligus, yaitu di Dusun Kedungsumur dan dusun Damtelu.

Kegiatan di Kedungsumur dikelola langsung oleh Ibu-Ibu dari Muslimat NU, sedangkan di Damtelu dikela oleh Warga yang diketuai oleh Bapak Joko Sasmito sekalu Kepala Dusun Damtelu.

Baca Juga: Sepeda Mangkrak 10 Tahun, Jadi Minion Kece Setelah Direstorasi

Baca Juga: Babinsa Tegaldlimo Sosialisasi Keliling Cegah Covid-19

Baca Juga: Pengasap Ikan Pari, Sehari Menghabiskan 1 Kwintal

Bagi warga yang berkelebihan rejeki, bisa menaruh barang-barang untuk kebutuhan warga kurang mampu. Panitia menyediakan 3 lapak, untuk lapak sayuran, lapak sembako dan lapak pakai bekas layak pakai. Bagi donatur tinggal menaruh barang yang akan disumbangkan. Sedangkan kaum dhuafa yang membutuhkan juga bisa mengambil langsung secukupnya.

Kegiatan pertama, donasi masih dari warga setempat. Begitu juga yang mengambil sumbangan, masih warga di sekitar Kampung Sedekah. Penyumbang sayur-mayur kebanyakan para petani. Mereka menyisihkan hasil panennya, untuk disumbangkan.

Pakain bekas layak pakai sumbangan para donatur, untuk kaum dhuafa. (Foto: istimewa)
Pakain bekas layak pakai sumbangan para donatur, untuk kaum dhuafa. (Foto: istimewa)

Panitia juga membuka kotak amal di sekitar lokasi, untuk menampung sumbangan masyarakat dalam bentuk uang. Uang kotak amal yang terkumpul, akan dibelikan sembako yang banyak dibutuhkan warga. Seperti minyak goreng, beras, mie instan dan lain-lainya.

Kelak bila donaturnya banyak, tidak menuntup kemungkinan kegiatan ini dtambah frekswensinya menjadi seminggu dua kali, atau lebih. Panitia tinggal menunggu respon donatur, dan siap memfasilitasi. Termasuk bila ada donatur dari luar daerah, tentu kebutuhan yang paling utama adalah sembako.

(Penulis: Hassan Kromotriro, warga Dusun Kedungsumur, Kedunggebang, Tegaldlimo)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak megandung sara dan ujaran kebecian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank

Kabar Terkait