Kecewa Proyek Pavingisasi Mandek, Warga Banyuwangi Susun Paving Blok Menyerupai CandiDesa Sembulung

Kecewa Proyek Pavingisasi Mandek, Warga Banyuwangi Susun Paving Blok Menyerupai Candi

Paving Candi' tersusun di sepanjang jalan Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Ribuan paving blok yang terbengkalai selama beberapa bulan disusun menyerupai bangunan candi di sepanjang jalan Dusun Tempursari, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Rupanya paving blok yang dibentuk menyerupai candi itu disusun oleh warga setempat sebagai bentuk sindiran mereka terhadap proyek pavingisasi yang mandek, karena material paving sudah lama tergeletak di pinggir jalan.

Kondisi ini bahkan sempat mengganggu aktivitas warga karena sebagian paving meluber ke badan jalan dan membuat akses jalan semakin sempit.

Baca Juga :

“Sudah enam bulan paving blok ini cuma ditaruh. Jalannya jadi sempit, berkerikil, kalau hujan licin,” ujar Hari Susanto, warga setempat kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Tak ingin hanya menunggu tanpa kepastian, warga kemudian berinisiatif menata hampir seluruh paving yang ada. Blok-blok paving itu disusun membentuk bangunan menyerupai candi di sepanjang sekitar 100 meter jalan kampung.

Hari menyebut aksi tersebut sebagai bentuk protes kepada pemerintah desa. Menurutnya, kekecewaan warga memuncak karena proyek tak kunjung dikerjakan meski material sudah tersedia.

“Masyarakat di sini itu protes ke pemerintah desa. Terutama ini paving sudah enam bulanan tapi berantakan, nggak dipasang-pasang. Terus warga kecewa dan inisiatif membuat candi seperti ini,” kata Hari.

Ia menjelaskan, pembuatan “Candi Paving” itu juga memiliki makna filosofis. “Kalau ide pembuatan candi ini ada filosofinya. Candi itu kan usianya bisa ratusan bahkan ribuan tahun. Nah, ini mengisyaratkan kalau paving ini usianya sudah lama nggak dipasang-pasang. Makanya masyarakat kecewa,” jelasnya.

Hari menambahkan, proses penyusunan paving dilakukan secara gotong royong dan hanya memakan waktu singkat. “Untuk merangkai candi ini nggak lama, paling cuma dua jam. Dikerjakan malam hari bersama-sama,” kata dia.

Aksi unik tersebut pun menarik perhatian warga dari luar desa. Banyak yang datang hanya untuk melihat langsung, bahkan mengabadikan momen dengan berfoto.

Salah satunya Ranti Mariana, warga asal Desa/ Kecamatan Gambiran. Ia mengaku datang setelah melihat unggahan di media sosial. “Unik ya, makanya penasaran pengin lihat langsung. Ternyata memang ada,” ujar Ranti.

Menurut Ranti, susunan paving menyerupai candi itu bukan sekadar kreativitas, melainkan menyimpan pesan kritik sosial yang kuat

“Ini bentuk protes warga ke pemerintah. Paving sudah berbulan-bulan tapi nggak dipasang-pasang. Katanya, candi itu bisa bertahan ratusan sampai ribuan tahun. Ini seperti menyindir kalau pavingnya juga ‘abadi’ di pinggir jalan,” kata Ranti. (red)