oleh

Keluarga Samsul Hadi, Dampingi Ipuk Kunjungi Situs Selawat Badar

KabarBanyuwangi.co.id – Calon Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berkunjung ke situs dimana Selawat Badar yang fenomenal itu diciptakan. Situs tersebut berada di komplek kediaman orang tua mendiang Bupati Banyuwangi 2000-2005, Ir. Samsul Hadi, di RT 03/ RW 03, Lingkungan Karanganyar, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi.

Di dampingi oleh Erna Samsul Hadi (istri almarhum Samsul Hadi) dan Wati Naufal Badri (adik ipar Samsul Hadi), Ipuk bertandang ke sebuah rumah yang menjadi tempat penciptaan selawat tersebut.

“Ini tempat yang bersejarah. Dari tempat ini, kita bisa melantunkan salah satu selawat yang begitu populer. Selawat yang tidak hanya dikenal di Banyuwangi, tapi juga telah mendunia,” ungkap Ipuk.

Pada awal dekade 60-an, KH. Ali Mansur yang menjabat sebagai Kepala Kementerian Agama Banyuwangi mendapatkan tumpangan tempat tinggal di salah satu rumah milik H. Mahfud Ridwan yang tak lain adalah orang tua mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi. Saat tinggal di rumah itulah, syair Selawat Badar itu dianggit oleh Kiai Ali Mansur.

Baca Juga: Bersama Partai Pendukung, Mas Yusuf Bertekad Majukan Dunia Olahraga

Baca Juga: Tahapan dan Pengamanan Pilkada Banyuwangi 2020 Wajib Terapkan Protokol Covid-19

Baca Juga: Bertemu Pendidik NU, Ipuk Fiestiandani Disambut Nyayian Yaa Lal Wathan

Setelah Kiai Ali menuliskan syair tersebut, tiba-tiba di pagi harinya para tetangga banyak yang mengantar makanan ke kediaman Kiai Ali. Konon, semalam mereka bermimpi jika sang kiai bakal kedatangan tamu. Para tetangga turut memberi hormat kedatangan tamu itu dengan ikut menyediakan hidangan.

Tak disangka, ternyata pada hari itu pula, datang Habib Ali Al-Habsy dari Kwitang, Jakarta. Sang Habib tiba-tiba meminta Kiai Ali untuk membacakan syair Selawat yang baru dikarangnya. Kiai Ali kaget karena tidak ada yang tahu jika ia baru semalam menuliskan selawat itu.

Tapi, tiba-tiba ulama terkemuka dari jauh datang menagihnya. Sejak saat itulah Selawat yang ditetapkan sebagai bacaan wajib di kalangan Nahdlatul Ulama itu, mulai dikenal luas.

“Selawat Badar ini memiliki arti penting bagi saya. Saya teringat salah satu yang pesankan oleh Mas Anas (Bupati Abdullah Azwar Anas) untuk selalu membaca Selawat Badar setiap kali kegiatan. Alhamdulillah, sampai saat ini kami selalu diberi kelancaran setiap kegiatan, tidak lain karena berkah selawat,” tutur Ipuk.

Pada kesempatan tersebut, Ipuk juga membagikan masker kepada para pedagang di pasar Pujasera Karangrejo yang tak seberapa jauh dari tempat tersebut. Lantas dilanjutkan dengan santunan untuk anak yatim dan duafa binaan Lazisnu Karangrejo di Musala Ar-Ridwan yang berada di komplek kediaman keluarga almarhum Samsul Hadi itu. (red)

_blank

Kabar Terkait