Kisah Cicit Pejuang Banyuwangi Jadi Wisudawan Berprestasi di UIN Sunan Ampel Surabaya

Kisah Cicit Pejuang Banyuwangi Jadi Wisudawan Berprestasi di UIN Sunan Ampel Surabaya

Ghifary Rexianda Davisto dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi Non-Akademik Terbaik di UIN Sunan Ampel Surabaya. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id, SURABAYA – Semangat pantang menyerah rupanya mengalir deras dalam nadi Ghifary Rexianda Davisto. Cicit dari pejuang kemerdekaan di Banyuwangi, Eyang Aspiyo, ini baru saja menorehkan prestasi membanggakan pada prosesi wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (9/5/2026).

Ghifary resmi menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.) dengan raihan IPK gemilang, yakni 3,76. Tak hanya unggul secara akademik, ia juga dinobatkan sebagai Wisudawan Berprestasi Non-Akademik Terbaik. Sebuah pencapaian yang diraihnya melalui perjalanan kuliah yang penuh liku.

Keberhasilan Ghifary ini seolah menjadi wujud nyata dari janji yang pernah ia ucapkan saat berziarah ke makam sang buyut di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria Banyuwangi.

Baca Juga :

Baca Juga: Kala Ghifary Kenang Perjuangan Buyutnya di Taman Makam Pahlawan Banyuwangi

Bagi Ghifary, sosok Eyang Aspiyo, pejuang yang gugur saat Agresi Militer Belanda tahun 1947 di tanah Blambangan ini adalah sumber inspirasi utama. Semangat "merdeka atau mati" sang buyut ia transformasikan menjadi semangat untuk menyelesaikan pendidikan meski sempat hampir putus asa.

"Wisuda bukan akhir, tapi awal pertempuran menuju kehidupan sesungguhnya," tegas Ghifary dengan penuh semangat usai menerima penghargaan di gedung serbaguna UIN Sunan Ampel.

Tangguh di Matras, Cemerlang di Kelas

Selama menempuh studi, Ghifary dikenal sebagai sosok yang multitasking. Di balik ketajaman pemikirannya di bidang hukum, ia adalah seorang atlet yang aktif di cabang olahraga gulat, jujitsu, hingga tinju. Ketangguhan fisik yang ia asah di arena olahraga rupanya berbanding lurus dengan ketahanan mentalnya dalam menghadapi tumpukan literatur hukum.

Dua karya ilmiahnya pun menarik perhatian kalangan akademisi karena mengangkat isu-isu yang sangat relevan saat ini. Berikut karyanya:

Jurnal: "Penafsiran Konstitusional Delik Pencemaran Nama Baik dalam UU ITE: Analisis Putusan MK Nomor 105/PUU-XXII/2024" yang dapat dilihat selengkapnya di https://share.google/qeMQ3yJA7utRSIUyJ.

Skripsi: "Tinjauan Maslahah Mursalah Terhadap Regulasi Pemakaian Sepeda Listrik di Indonesia" yang dapat dilihat selengkapnya di https://share.google/j976SVxXeCXzHjPYI.


Ghifary mendapat ucapan selamat dan sukses dari Barisan Pemuda Maulani Dahlan (BRIMMAN) atas gelar barunya. (Foto: Istimewa)

Ucapan Terima Kasih dan Harapan Masa Depan

Dalam momen penuh haru tersebut, Ghifary menyampaikan apresiasi mendalam kepada kedua orang tua, guru, serta pihak-pihak yang terus mendukungnya tanpa henti. Menurutnya, tanpa dukungan sistem yang kuat, ia mungkin sudah menyerah di tengah jalan.

Kini, dengan gelar Sarjana Hukum di tangan, ia siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Ia berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, layaknya leluhurnya yang berjuang demi tanah kelahiran.

"Saya mohon doa dan dukungan dari semua pihak untuk bisa meraih masa depan yang cerah dan memberikan manfaat bagi banyak orang," pungkas pemuda asli Banyuwangi ini. (*)