
Sejumlah pelaku UMKM lokal terlibat dalam event Kokoon Kuliner Nusantara. (Foto: Fattahur)
KabarBanyuwangi.co.id - Kokoon Kuliner Nusantara (KKN)
kembali digelar di Kabupaten Banyuwangi. Event yang menyuguhkan menu-menu lokal
autentik serta beragam hiburan ini selalu sukses menarik minat masyarakat untuk
berkunjung.
Kokoon Kuliner Nusantara sudah kesekian kalinya
diselenggarakan oleh Kokoon Hotel. Gelaran KKN tahun ini terasa spesial karena
menjadi bagian dari Banyuwangi Attraction 2026 dan digelar di momen peringatan HUT
Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
General Manager Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti
mengatakan, Banyuwangi memiliki kekayaan yang luar biasa, tak hanya wisata
alam, tetapi juga destinasi buatan, termasuk kuliner, seni, hingga budaya.
"Kokoon Hotel ingin mengambil bagian dalam hal
tersebut. Kami ingin hotel tidak hanya menjadi tempat untuk menginap, tapi juga
menjadi salah satu ruang bagi wisatawan untuk mengenal Banyuwangi lebih
dekat, salah satunya melalui Kokoon Kuliner Nusantara," ujar Weni saat
membuka KKN edisi keenam di area garden, Sabtu (29/8/2026).
Kokoon Kuliner Nusantara telah menjadi event reguler sejak
tahun 2025. Event ini menyuguhkan aneka kuliner lokal, beragam pertunjukan
kesenian daerah seperti Tari Gandrung hingga musik patrol. Pihak hotel juga
menggandeng pelaku UMKM di setiap gelaran.
"Kami sangat berterima kasih karena di tahun 2026,
Kokoon Kuliner Nusantara dapat menjadi bagian dari Banyuwangi
Attraction. Bagi kami, ini menjadi sebuah bentuk apresiasi sekaligus
motivasi untuk terus menyediakan kegiatan yang dapat memberikan nilai
tambah bagi pariwisata daerah," kata Weni.
Tak hanya melalui kuliner, Kokoon Hotel Banyuwangi juga
mengenalkan seni dan budaya khas Bumi Blambangan. Salah satunya dengan
menghadirkan pertunjukan Tari Gandrung yang digelar secara rutin setiap hari
Selasa mulai pukul 16.30 sampai 17.00 WIB.
"Tari Gandrug bagi kami bukan hanya sebuah pertunjukan
di hotel, kami ingin menjadikannya sebagai salah satu culture
attraction yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang sedang berada di
Banyuwangi. Jadi, wisatawan yang datang di Banyuwangi dan ingin melihat Tari
Gandrug secara gratis dapat datang ke Kokoon Hotel setiap selasa
sore," tuturnya.

Pertujukan Tari Gandrung menghibur pengunjung
Kokoon Kuliner Nusantara di area Garden Kokoon Hotel Banyuwangi. (Foto:
Fattahur)
Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman
yang lebih lengkap kepada wisatawan selama berada di Banyuwangi. “Harapan kami
sederhana, wisatawan tidak hanya datang ke Banyuwangi untuk melihat Tari
Gandrung, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal seni dan budaya
Banyuwangi,” kata Weni.
Komitmen mengenalkan potensi lokal juga dilakukan dengan
memberikan ruang lebih besar bagi UMKM dan pelaku usaha lokal. Sejumlah produk
daerah bahkan dihadirkan sebagai bagian dari pengalaman tamu selama menginap.
“Kami juga memberikan ruang yang lebih besar kepada UMKM
dan pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk-produknya kepada tamu hotel.
Kami percaya bahwa hotel dapat menjadi salah satu etalase bagi produk lokal
Banyuwangi," sambungnya.
Kokoon Hotel Banyuwangi berkolaborasi dengan petani kopi
Gombengsari serta penghasil coklat dari Dusun Kakao di Kecamatan Glenmore dalam
mengembangkan program AADC atau Ada Apa Dengan Coklat dan Ada Apa Dengan
Coffee.
Pihak hotel berencana menampilkan program Ada Apa Dengan
Cheese pada November mendatang. Produk tersebut akan dipadukan dengan
pengalaman kuliner yang ditawarkan di hotel. “Kami mencoba membawa hasil-hasil
lokal tersebut ke dalam konsep kuliner yang lebih modern," terangnya.
Weni menyadari pengembangan pariwisata tidak dapat
dilakukan oleh satu pihak. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah,
pelaku usaha, masyarakat, UMKM, petani, komunitas, pelaku seni dan budaya,
serta seluruh stakeholder terkait.
"Kokoon Hotel Banyuwangi ingin terus menjadi bagian
dari kolaborasi tersebut. Kami berharap Kokoon Kuliner Nusantara dapat terus
berkembang menjadi agenda yang konsisten, semakin banyak melibatkan pelaku
lokal dan memberikan kontribusi positif bagi pariwisata sekaligus
perekonomian di Banyuwangi," pungkasnya. (fat)
