oleh

Kolaborasi Dewan Pendidikan dengan MGMP Lintas MAPEL

KabarBanyuwangi.co.id – Sebanyak 55 guru anggota Musyawaroh Guru Mata Pelajaran (MGMP) lintas Mata Pelajaran (MAPEL) bertemu Dewan Pendidikan Banyuwangi, Sabtu (26/9/ 2020) kemarin. Acara yang digeber di lantai 3 SD Lazuardi Jalan. Jember Km 07 Dusun Krajan Dadapan Kecamatan Kabat 68461 itu dimulai pukul 09.35 hingga 11.45.

Acara bernuansa humanisme pendidikan itu dihadiri langsung oleh ketua Dewan Pendidikan Banyuwangi (DPB) Drs Sulihtyono, M.M, M.Pd yang juga mantan kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi. Sebelum ketua Dewan Pendidikan hadir, pagi itu MGMP lintas mata pelajaran juga menyusun program kerja terkait kolaborasi dua lembaga dan intern MGMP sendiri.

Pertemuan akedemik bernuansa intelektual multi disiplin ilmu itu, diikuti sedikitnya oleh 11 (sebelas) guru mata pelajaran PAI, PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, PJOK, Seni Budaya, IT, dan mulok Bahasa Daerah (Jawa) itu sangat antusias. Bahkan mereka juga diberi kesempatan untuk menyampaikan saran, masukan, kritik, sekaligus keluhan yang akan memberikan kontribusi besar kepada kemajuan pendidikan di Banyuwangi.

Baca Juga: Wow!! Program Banyuwangi Ayo Mengajar Raih Penghargaan MURI

Baca Juga: In House Training (IHT), Strategi Pembelajaran Jarak Jauh

Heru Santoso, ketua MGMP IPS yang juga guru di SMPN1 Blimbingsari ialah yang pertama memberikan saran dan pesan paling panjang, disusul ketua MGMP Seni budaya Drs.Moh. Syaiful, MGMP Bahasa Jawa Rahmat Santoso, MGMP PJOK Adi Pitoyo, MGMP Matematika Drs Zaenal, MGMP PKn diwakili Drs.M. Kosim, MGMP PAI Drs Samsul Muarif, MGMP TIK Sumarli, S.Pd,  MGMP BK Joko Susanto, MGMP Bahasa Inggris Winarno, dan MGMP Bahasa Indonesia Mashudi yang memberikan masukan paling akhir.

Pada prinsipnya, mereka mengupas, mengeluh, mengkritik, dan memberikan saran tentang kualitas, kinerja, kebijakan pendidikan (pasal 14 ayat 1 UU nomor 14 tahun 2005), pelatihan berkarya tulis ilmiah yang kurang terfasilitasi dan terkonsentrasi untuk pengembangan profesi dalam bidangnya (pasal 14 ayat 1 UU nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen).

Jarak tempat tugas dengan rumah guru, UMR untuk GTT, sarana prasarana pendukung MGMP, kenaikan pangkat ASN guru, keinginan melanjutkan pendidikan yang terkendala aturan (pasal 14 ayat 1 UU nomor 14 tahun 2005), kesejahteraan, beban mengajar guru, hingga hal yang remeh temeh berupa kegiatan refreshing guru ke wilayah Nusantara dan luar negeri.

(Foto: istimewa)
(Foto: istimewa)

Mengingat pentingnya pendidikan untuk memanusiakan manusia Indonesia, maka Bupati Abdullah Azwar Anas per tanggal 31 Agustus 2020 telah menurunkan SK Bupati nomor 188/197/KEP./429.011/2020 kepada Dewan Pendidikan Kabupaten Banyuwangi untuk periode 2020-2025 dengan fungsi peningkatan mutu pelayanan pendidikan dalam bentuk memberikan pertimbangan, arahan, dan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota.

Dengan hadirnya Dewan Pendidikan Banyuwangi, diharapkan persoalan pendidikan mulai dari TK hingga Perguruan Tinggi yang ada ini berada dalam pantauan dan pemikiran Dewan Pendidikan Kabupaten.

Adapun susunan dan personalia Dewan Pendidikan Kabupaten Banyuwangi periode 2020-2025 ialah Drs.Sulihtyono, M.M M.Pd (ketua); Mahfud, M.Pd (sekretaris); Dr.Nur Wiarsih, M.Pd (bendahara); dan enam anggotanya Dr.Khalilur Rahman, M.Pd.I; Drs.H.Moh.Hasyim, M.Pd; Nawachid, M.Pd; Angka Wijaya; Sunandi, S.Pd.I; dan Tunggul Harwanto, M.Kes.

Semoga kolaborasi antara Dewan Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dengan MGMP Lintas Mata Pelajaran mampu membawa pendidikan di kabupaten berjuluk sunrise of Java ini menjadi makin baik (Guru sastra Indonesia di SMPN1 Genteng, staf ahli DPB).

(Penulis: Suyanto, M.Si guru di SMPN1 Genteng)

_blank

Kabar Terkait