Iklan Banner Atas Luminor Hotel Banyuwangi

Lahir dari Keluarga Jawa Besar di Ambon, Sekarang Mengajar Bahasa UsingBahasa Using


Lahir dari Keluarga Jawa Besar di Ambon, Sekarang Mengajar Bahasa Using

Keterangan Gambar : Ratna Sari Dewi, S.PD Guru SDN 3 Kebondalem, Bangorejo, Banyuwangi. (Foto: Istimewa)

KabarBanyuwangi.co.id – Orang menyebut Ratna Sari Dewi, S.PD sebagai Jambon, atau Jawa-Ambon. Guru SDN 3 Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, lahir di Banyuwangi 1 Juli 1976. Pendidikan dasar hingga SMP, dihabiskan di kampung halamannya.

Pernah menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Muawanah 2 Barurejo, Kecamatan Pesanggaran. Kemudian setelah dipecah menjadi Kecamatan Siliragung, melanjutkan Madrasyah Tsyanawiyah (MTs) Al Huda Sukorejo, Kecamatan Bangorejo.

Pendidikan SLTA, dilanjutkan ke Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) 1 Jember. Setelah SLTA, Ratna merantau ke Maluku dan melanjutkan Pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Managemen di Universitas Darussalam Ambon Maluku.

Baca Juga :

Pada tahun 1999, terjadi kerusuhan Ambon dan disusul kerusuhan lain di Maluku. Istri dari Slamet Wahyono, S.Pd ini, memutuskan kembali ke daerah asal, Bangorejo, Banyuwangi.

Berbekal pendidikan yang diperoleh, istri dari warga asli Solo ini, mengabdikan diri di TK Khodijah 98 Barurejo. Tahun 2003 mengikuti pendidikan keguruan PGSD di Universitas Kanjuruhan Malang kelas paralel. Setelah lulus, melanjutkan S1 BK Universitas Kanjuruhan 2007.

Semasa mengikuti pendidikan Guru Sekolah Dasar, Ratna pindah mengabdikan diri ke SDN 2 Ringintelu, Kecamatan Bangorejo sampai tahun 2014. Mulai tahun 2010, Ratna dipercaya oleh Bapak Ekono Sunyoto selaku KS SDN 2 Ringintelu, untuk mengajar Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Using di sekolahnya.

Suami Ratna, Slamet Wahyono, S.Pd, menjadi Guru di SMA Negeri 1 Cluring. Telah dikaruniai tiga anak, masing-masing Anisa Abdillah ZD (21), semester 6 Fakultas Psikologi UIN Jember. Latifa Adbillah ZD (20), semester 4 Fakultas Psikologi Unmuh Jember dan Pandu Abdillah ZD (11) siswa SD Muhammadiyah 01 Purwodadi, Kecamatan Gambiran.

Berbekal pengetahuan bahasa Using sangat minim, Ratna berusaha untuk belajar dan belajar tentang bahasa Using. Baik dari media elektronik, maupun media massa  yang ada.

“Bahan ajar dan materi disekolah minim, buku sudah rusak dan tidak ada lagi terbitan buku baru,” demikian ungkapnya dengan penuh keprihatinan logat Ambon yang masih kental.  .


Ratna Sari Dewi, S.PD bersama murid-muridnya SDN 3 Kebondalem. (Foto: Istimewa)

Ibu Guru ini senang menyannyikan lagu Banyuwangi, lagu favoritnya adalah Gelang Alit dan Dalan Liyane, serta lagu-lagu Banyuwangi lainnya yang sedang hit saat ini.

Tahun 2014, pindah tugas ke SD Negeri 3 Kebondalem sampai dengan saat ini. Tahun 2016 oleh PKG Kecamatan Bangorejo, Ratna diutus menjadi delegasi pelatihan mulok bahasa Using bersama 4 rekan guru untuk mengikuti pelatihan bahasa Using ditingkat Kabupaten.

Berbekal pengalaman bimtek mulok bahasa Using yang dimotori oleh Dinas Pendidikan Banyuwangi saat itu, bersama ke 4 rekanya yang telah mengikuti bimtek punya tugas dan tanggung jawab, untuk menyampaikan sosialisai mulok bahasa Using di wilayah Kecamatan Bangorejo.

“Ada sedikit keraguan dan khawatir saat itu, karena minimmnya perbendaharaan kata bahasa Using. Saya adalah suku Jawa yang sehari hari berbahasa Jawa, dan besar di wilayah Timur Indonesia,” kenangnya.

Alhamdulillah berkat adanya pendampingan dari Kelompok Kerjas Guru (KKG) Bahasa Using Kabupaten Banyuwangi, dengan setia membantu berjalannya kegiatan tersebut, Ratna menjadi lebih percaya diri dan mantap sebagai guru bahasa Using.

Guru yang dipercaya sebagai wali kelas 6 ini, berharap pembelajaran mulok bahasa Using dapat berjalan, dan sarana prasarana pembelajaran dipersiapkan juga oleh dinas pendidikan dan Pemda Kabupaten Bayuwangi.

“Beta masih pinter bahasa Ambon daripada bahas Using. Jadi tolong beri kami referensi buku-buku yang bisa menambah wawasan, serta pengetahuan bahasa Using saya,” kata Ratna yang dengan logat Ambon yang masih kental.

Adanya sumbangsih Buku Kamus Bahasa Using dari Ibu Emilia Contessa, dirasa sangat membantu untuk menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Usingnya

“Saya cinta Banyuwangi, tolong Ibu Bupati, Bapak Kadispendik, Dewan Pendidikan Banyuwangi, beri solusi bagi kami yang bukan keturunan Using asli ini. Saya sudah terlanjur cinta bahasa Using, untuk terlibat langsung melestarikannya,“ pungksnya dengan penuh harap.


(Penulis: Sri Rahayuningsih, S.Pd, Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Using Kecamatan Bangorejo dan Sekretaris Tim Penyusunan Kurikulum Bahasa Using Kabupaten Banyuwangi)