
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad satu ABK Inovasi yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam kecelakaan laut di Perairan Pantai Grajagan. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Salah satu korban kecelakaan kapal terbalik di Perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, ditemukan meninggal dunia.
Korban atas nama Sutris (34), warga Dusun Tegalsari, Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Ia merupakan anak buah kapal (ABK) yang sebelumnya dilaporkan hilang saat insiden kecelakaan laut pada Senin (20/7/2026) dini hari.
Kapal dengan nama lambung Inovasi yang ditunggangi Sutris
bersama 30 ABK lainya diduga terbalik dan tenggelam akibat dihantam ombak besar
ketika dalam perjalanan pulang usai melaut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I
Made Oka Astawa mengatakan, satu dari dua korban hilang telah ditemukan dalam
keadaan meninggal dunia. Sedangkan satu orang lainnya masih dalam pencarian.
"Korban atas nama Sutris ditemukan meninggal dunia
pada koordinat 8°36'0.768" LS dan 114°13'30.49" BT, sekitar 0,43
nautical mile dari lokasi kejadian dengan heading 326,89°," kata Made Oka
Astawa, Selasa (21/7/2026).
Made Oka Astawa mengungkapkan, pada hari kedua pencarian,
Tim SAR Gabungan menemukan korban sekira pukul 13.00 WIB. Jasadnya kemudian
dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah duka dan diserahkan ke pihak
keluarga.
Selanjutnya operasi pencarian akan terus dilaksanakan
untuk menemukan satu korban lainnya dengan mengoptimalkan seluruh potensi SAR
yang ada, tentunya dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Selama pelaksanaan operasi hari kedua, kata Made Oka
Astawa, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan tinggi gelombang
berkisar 0,5-1 meter dan kecepatan angin 7-9 km per jam, sehingga kegiatan
pencarian dapat berlangsung dengan aman serta optimal.
Operasi SAR melibatkan personel dari Kantor Pencarian dan
Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil dan Polsek Purwoharjo,
Polairud Polresta, Ditpolairud Polda Jatim, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten,
Dinas Perikanan Grajagan, BPBD Jatim, Pemdes Grajagan, serta para nelayan
setempat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur
SAR gabungan dan masyarakat nelayan yang telah bersinergi dalam upaya pencarian
ini," ujar I Made Oka Astawa. (fat)
