oleh

Pemerintah Desa Pondoknongko, Bekali Pemuda Dengan Video Kreatif

KabarBanyuwangi.co.id – Bertempat di Balai Desa Pondoknongko Kecamatan Kabat, sebanyak 37 pemuda setempat mengikuti workshop video kreatif. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa (3-4/8/2020), menghadirkan Kepala Telkom Banyuwangi, Syaiful Rohman yang kebetulan putra daerah Pondoknongko dan Camat Kabat, Susanto Wibowo.

Menurut Kepala Desa Pondoknongko, Hamdan Ramahurmuzi workshop ini sengaja digelar untuk mewadahi kreativitas anak muda. Mengingat masa pandemi Covid-19, semua kegiatan yang mendatangkan orang banyak tidak boleh. Pelatihan ilmu tentang video kreatif ini, kelak bisa menjadi bekal anak-anak desa dalam menghadapi tantang jaman.

“Dari peserta yang ikut workshop ini, nanti kalau ada yang berbakat dan kreatif, maka pihak Desa akan membiayai kebutuhan-kebutuhannya. Apalagi setiap tahun Pemerintah Kabupaten Banyuwangi selalu menggelar lomba video kreatif, tentang potensi Desa. Nanti anak-anak inilah yang akan menggarap konten lomba tersebut, karena merekalah yang tahu potensi desanya,” ujar Hamdan dalam pidato pembukaannya.

Kepala Desa Pondoknongko memberi pengahrahan kepada peserta Workshop. (Foto: istimewa)

Sementara itu, Syaiful Rohman memberi semangat kepada anak-anak Desa yang mempunyai kesempatan ikut workshop video kreatif. Syaiful yang putra asli Pondoknongko ini mengaku, karirnya sekarang sebagai peabat Telkom di Banyuwangi juga karena dia beruntung sebagai anak desa. Sebagai anak desa, harus juga melek digital dalam menghadapai tantang era global.

“Tiga hal yang harus ada dalam diri seseorang, yaitu skill, knowledge dan attitude. Barbanggalah menjadi anak desa, karena di desalah jiwa akan terbangun dengan keikhlasan, perjuangan dan cinta. Jangan menjadi orang malas, perbanyak aktivtas. Orang sukses adalah orang yang menggunakan kesempatannya dengan baik sampai titik penghabisan,” tegas Syaiful Rohman.

Sementara Camat Kabat berpesan kepada para peserta, agar tetap menjaga wilayah Kabat yang nihil pasien Covid-19. Kondisi ini harus dipertahankan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kegiatan pelatihan dengan jaga jarak tempat duduk, serta tetap mengenakan masker selama acara, merupakan bagian dari mempertahankan wilayah Kabat yang nihil Covid-19,” kata Susanto Wibowo.

Selama dua hari pelatihan, peserta dibagi menjadi 11 kelompok, masing-masing tiga orang, sisanya ada indivindu-individu yang siap memproduksi karya sebagai bentuk praktek pelatihan. Pemateri, Taufiq Ridwan Bachmid adalah seorang Video Maker, Editor dan Arrangement Musik.

“Anak-anak Desa ini lumayan antusias, dengan jumlah mencapai 37 pemuda yang aktif merupakan prestasi tersendiri. Semoga semangat mereka dalam menerima materi, bisa segera dipraktekan dengan fasilitas yang dimiliki,” pinta Taufiq yang akrab dipanggil Pak Cik.

Materi workshop meliputi Penulisan Skenario, Ilmu mengoperasikan kamera, penyutradaraan, artistik dan editing. (sen)

_blank

Kabar Terkait