Pengeroyokan Sebabkan Pelajar Tewas di Purwoharjo, Polisi Tetapkan 8 Tersangka Polresta Banyuwangi

Pengeroyokan Sebabkan Pelajar Tewas di Purwoharjo, Polisi Tetapkan 8 Tersangka

Pelaku pengeroyokan beserta pelaku kriminal lainnya diamankan Polresta Banyuwangi. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id - Kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, beberapa waktu lalu memakan korban jiwa. Dalam peristiwa ini polisi menetapkan 8 orang tersangka.

Dari 8 tersangka, 5 di antaranya masih anak-anak. Tiga tersangka dewasa yakni, BSA (18), warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, MSAR (18), asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dan MKA (18), warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Sedangkan tersangka yang masih anak-anak yakni, FM, DF, AA. Ketiga bocah berusia 17 tahun itu merupakan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Baca Juga :

Berikutnya adalah AH (17) dan MI (16). Keduanya tercatat berdomisili di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

"Kurang dari 24 jam, 8 tersangka ini berhasil kita amankan dan saat ini sudah dilakukan penahanan," kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja, Jumat (29/12/2023).

Agus menjelaskan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi di dua lokasi berbeda dengan selisih waktu 10 menit pada Senin malam (25/12/202) lalu.

"Lokasi yang pertama berada di pertigaan selatan SMAN 1 Purwoharjo, dan kejadian kedua berlangsung di pertigaan sebelum jembatan dekat SPBU Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo," bebernya.

Agus melanjutkan, terdapat dua korban dalam peristiwa itu. Yakni AW (18), pelajar asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran dan KT (22), warga Desa/Kecamatan Purwoharjo.

AW meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit. Sementara KT mengalami luka berat di bagian kepala.

Insiden berdarah itu berawal dari adanya orkes yang diadakan oleh pelajar SMA di wilayah setempat. Acara hiburan musik itu digelar di sebuah gudang kosong.

Akan tetapi acara tersebut diwarnai keributan sesama pemuda yang diduga dipicu kesalah pahaman hingga berujung tindakan kekerasan yang menyebabkan dua korban menjadi sasaran.

“Hasil dari pemeriksaan ditemukan bahwa para pelaku dipengaruhi minuman keras,” kata Agus.

Pihak kepolisian menyebut masih ada kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. Saat ini masih dilakukan pengejaran.

"Kami mengimbau pelaku yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri," tegasnya. (fat)

KabarBanyuwangi.co.id - Kasus pengeroyokan yang terjadi di Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, beberapa waktu lalu memakan korban jiwa. Dalam peristiwa ini polisi menetapkan 8 orang tersangka.

Dari 8 tersangka, 5 di antaranya masih anak-anak. Tiga tersangka dewasa yakni, BSA (18), warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, MSAR (18), asal Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, dan MKA (18), warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Sedangkan tersangka yang masih anak-anak yakni, FM, DF, AA. Ketiga bocah berusia 17 tahun itu merupakan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Berikutnya adalah AH (17) dan MI (16). Keduanya tercatat berdomisili di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

"Kurang dari 24 jam, 8 tersangka ini berhasil kita amankan dan saat ini sudah dilakukan penahanan," kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja, Jumat (29/12/2023).

Agus menjelaskan, peristiwa pengeroyokan itu terjadi di dua lokasi berbeda dengan selisih waktu 10 menit pada Senin malam (25/12/202) lalu.

"Lokasi yang pertama berada di pertigaan selatan SMAN 1 Purwoharjo, dan kejadian kedua berlangsung di pertigaan sebelum jembatan dekat SPBU Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo," bebernya.

Agus melanjutkan, terdapat dua korban dalam peristiwa itu. Yakni AW (18), pelajar asal Desa Jajag, Kecamatan Gambiran dan KT (22), warga Desa/Kecamatan Purwoharjo.

AW meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit. Sementara KT mengalami luka berat di bagian kepala.

Insiden berdarah itu berawal dari adanya orkes yang diadakan oleh pelajar SMA di wilayah setempat. Acara hiburan musik itu digelar di sebuah gudang kosong.

Akan tetapi acara tersebut diwarnai keributan sesama pemuda yang diduga dipicu kesalah pahaman hingga berujung tindakan kekerasan yang menyebabkan dua korban menjadi sasaran.

“Hasil dari pemeriksaan ditemukan bahwa para pelaku dipengaruhi minuman keras,” kata Agus.

Pihak kepolisian menyebut masih ada kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. Saat ini masih dilakukan pengejaran.

"Kami mengimbau pelaku yang belum tertangkap untuk segera menyerahkan diri," tegasnya. (fat)