oleh

Peringati 1 Muharam 1442 Hijriyah, Warga Gelar Lomba Kaligrafi dan Baca Surat Pendek Al-Qur’an

KabarBanyuwangi.co.id – Warga Lingkungan Kali Lo, RT 1/ RW 5, Kelurarhan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi menggelar lomba mewarnai kaligrafi Arab untuk anaķ anak uaia PAUD, Tk dan SD. Lomba dimaksudkan untuk ikut mendekatkan anak-anak pada rasa cinta tanah air, sekaligus untuk mengisi peringatan Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah.

Lomba berlangsung di halaman Musholla Darul Faiziin, Kerantigan Kidul, Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi, Kamis, (20/8/2010), bertepetan 1 Muharram 1442 H.

“Di tengah New Normal sekarang ini kita sebagai orang tua, jangan sampai lengah. Kita harus memperhatikan jiwa anak, jangan sampai larut dalam persoalan global. Maka kami mengadakan kegiatan yang menggali potensi dan kemampuan anak dengan memompa semangat mereka,” ucap Ketua RT Susanti Erwin.

Santi menambahkan, tujuan diadakan lomba, untuk mengobati kekangenan anak-anak pada suasana sekolah. Yaitu menumbuhkembangkan daya saing, mengembangkan imajinasi terhadap komposisi pewarnaan, menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak usia dini dan yang terpenting lagi, untuk mendekatkan anak agar mau ke musholla ikut sholat berjamaah.

Penasehat pengurus takmir musholla sekaligus sebagai orang yang ditokohkan di lingkungannya, H. Abdullah Fauzi menyampaikan, kita harus semangat mengawal pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, agar aktivitasnya sesuai dengan usianya.

“Tidak bisa dipungkiri, kadang anak dipaksa mengikuti kemauan orang tua. Kalau tidak nurut ya dimarahi, bahkan ada yang sampai dipukul. Bukannya tidak boleh nuruti, tapi kalau tidak sesuai dan anak tidak bisa menjangkau apa yang dimaui orang tua kan kasihan. Contoh anak harus les vocal,  karena ortunya terobsesi jadi penyanyi itu enak,” kata Kang Uzik.

“Ada yang dileskan macem-macem, sampai waktu bermain dan istirahatnya dikorbankan. Bagaimana kejiwaan anaknya? Kalau ortu mengikuti dan mendampingi bakat anak, ya tinggal memainkan prosnelling saja. Kapan anak itu harus berjalan lambat? Dan kapan harus berlari cepat,” imbuh Kang Uzik.

Surat-surat pendek untuk peserta TK: Al ‘ashri, Alkautsar, An-nas, Al Ikhlash, Al Falaq dan An-Nas. Bagi peserta SD menghafal surat At Takaasur, Al-Humazah, Al-Fil, Al-Kaafiruun. Juri Muhammad Iqbal Maulana, selaku Koordinator Seksi Pemuda dan Remaja Mushollaa Daarul Faaizin. Kriteria penilaian meliputi, penguasaan materi, makhroj dan tajwid.

“Selain merangsang daya kompetitif anak, juga untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap Al-qur’an dan menguatkan keterpautan hati anak dengan musholla. Mereka penerus kita,” ucapnya.

Anak-anak Peserta Lomba Kaligrafi Arab. (Foto: istimewa)
Anak-anak Peserta Lomba Kaligrafi Arab. (Foto: istimewa)

Lomba tersebut, sangat menarik perhatian orang tua. Terbukti ibu-ibu dan remaja sekitar musholla, memenuhi teras dan halaman mushollaa. Lomba nyanyi untuk remaja dan ibu-ibu, dilaksanakan malam Minggu lusa dan lomba yang bersifat rekreatif untuk anak-anak dilanjutkan hari minggunya sekaligus penyerahan hadiah pemenang seluruh  lomba.

“Masalah hadiah sudah teratasi, warga guyub membantu. Bahkan seluruh peserta lomba mewarnai kaligrafi arab dan hafalan surat-surat pendek, mendapat snack. Yang penting anak-anak senang mengikuti kegiatan, meski dalam skup kampung. Barang kali suatu saat ada lomba serupa di tingkat lebih tinggi, kita sudah punya stok untuk diikutsertakan,” kata Susanti, Ketua Panitia.

(Penulis. Muhammad Fauzi Warga Kalilo, Banyuwangi)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank