oleh

Polisi Bekuk Diduga Sindikat Penipu Modus Hack Nomer HP dan WA Lintas Provinsi

KabarBanyuwangi.co.id – Kasus dugaan penipuan dengan modus meretas nomer handphone, dan WhatsApp (WA) berhasil diungkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satrekrim) Polresta Banyuwangi. Selain itu polisi juga mengamankan 3 orang yang diduga sebagai sindikat pelaku aksi kejahatan lintas Provinsi beserta barang bukti ratusan Anjungan Tunai Mandari (ATM) dan puluhan rekenig berbagai macam bank, serta sejumlah handphone yang digunakan untuk sarana aksi kejahatan.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan, dari hasil pengungkapan kasus yang diduga melibatkan jaringan lintas Provinsi, bahkan hinga seluruh Indonesia ini, aparat berhasil menemukan aliran dana sebesar Rp 1,2 miliar yang tercatat di 250 buku rekening berbagai bank.

“Jadi modus operadi para pelaku yakni menyebarkan undian berhadiah, cek palsu, menelepon korban yang tertimpa musibah dengan mengaku sebagai petugas. Menelepon warga yang berperkara dengan dalih bisa membantu keluar dari jeratan hukum, dan menelepon restoran untuk memesan makanan tapi tidak dibayar,” ungkap Kapolresta Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Selasa (30/6/2020) siang kepada sejumlah wartawan.

Baca Juga: Tarik Paksa Kendaraan Kreditan, Oknum Debt Collector Dibekuk Polisi

Baca Juga: Berdalih Bisa Cairkan Uang Pinjaman Miliaran, Ibu Rumah Tangga Ini Tipu Warga

Baca Juga: Minim Alat Bukti, Dugaan Pemerkosaan Model Cantik Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Kapolresta menambahkan, ada sekitar 17 orang yang diduga terlibat dalam sindikat kasus ini. Namun masih 3 orang yang berhasil ditangkap petugas di wilayah Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ketiganya adalah, Abdul Malik, warga Sulawesi Selatan, Syamsudin dan Abdul Azis warga Surabaya.

“Dari ketiga orang ini memilki peran berbeda-beda, Syamsuddin alias Poker berperan sebagai pemodal pembuatan rekening penerima yang beralamatkan di Surabaya. Sedangkan Abdul Malik bertugas selaku pengepul rekening area Jawa Timur. Sementara Abdul Ajis sebagai pencari rekening. Pelaku membagi dua bentuk kegiatan, ada penelepon dan ada yang mengambil uang,” tambah Kapolresta.

Kapolresta didampingi Kasatreskrim, dan Kabag Humas Polresta Banyuwangi, menunjukan barang bukti yang digunakan sarana aksi kejahatan. (Foto: man)
Kapolresta didampingi Kasatreskrim, dan Kabag Humas Polresta Banyuwangi, menunjukan barang bukti yang digunakan sarana aksi kejahatan. (Foto: man)

Para terduga pelaku sendikat penipuan ini tidak hanya berasal dari pula Jawa, melainkan berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan, dan Sulawesi.

“Ada 16 laporan polisi yang mengaku menjadi korban peretasan. Pelaku meretas nomer HP sehingga berlanjut di WA. Hasil penelusuran tim cyber berhasil mengungkap dengan ragam berbagai nomer rekening bank,” beber Kapolresta.

Para korban setelah HP dan WA-nya diretas dipergunakan untuk meminta kiriman pulsa sampai kiriman pinjaman uang ke sejumlah nomer kolega para pelapor. Setelah uang dikirim, Syamsuddin mengambil uang dari bank, dan membaginya dengan peretas berinisial KR yang saat ini masih buron. Prosentasenya disepakati 60 persen untuk KR dan 40 pesen untuk Syamsuddin.

“Untuk 14 terduga pelaku saat ini masih kami buru, dan sudah kami masukan dalam daftar pencarian orang (DPO). Satu orang bertindak sebagai peretas nomer HP dan WA. 13 lainnya menjadi pencari rekening. Atas perbuatannya mereka dijerat Pasal 51 ayat (2) Jo pasal 36 Jo pasal 30 ayat (1) UU RI No. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 378 KUHP,” pungkas Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin. (man)

_blank

Kabar Terkait