
Tim pengabdi Poliwangi dampingi Kelompok Tani Diporejo, Kedayunan, Kabat, Banyuwangi dalam proses premiumisasi produk telur asin. (Foto: Istimewa)
KabarBanyuwangi.co.id – Politeknik Negeri Banyuwangi
(Poliwangi) terus berkomitmen mendorong standardisasi dan inovasi produk pangan
lokal agar mampu bersaing di pasar modern.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Skema
Pemberdayaan Wilayah, tim kampus Jinggo ini turun langsung mendampingi peternak
dan pelaku UMKM yang tergabung dalam Kelompok Tani Diporejo, di Dusun
Kedayunan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, pada Selasa (30/6/2026).
Intervensi yang dilakukan tidak main-main. Produk telur
asin konvensional yang biasa ditemui di pasar kini disulap menjadi komoditas
premium bernilai jual tinggi melalui inovasi telur asin asap aneka rasa yang
dipadukan dengan sentuhan teknologi kemasan pintar (smart packaging).
Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Poliwangi, Dewiarum Sari,
S.Pt., M.Pt., mengungkapkan bahwa program ini merupakan langkah
berkesinambungan dari riset dan pengabdian yang telah dirintis pada tahun
sebelumnya.
"Kegiatan tahun ini melanjutkan program sebelumnya,
yaitu peningkatan mutu asap cair dari limbah tempurung kelapa. Jika tahun lalu
fokus pada pematangan formula asap cairnya, tahun 2026 ini kami fokus
mengaplikasikannya pada produk olahan peternakan, khususnya telur asin asap
dengan aneka rasa," ujar Dewiarum, dalam keterangan yang diterima
KabarBanyuwangi.co.id, Rabu (1/7/2026).
Dosen Jurusan Pertanian Program Studi Sarjana Terapan
Teknologi Pengolahan Hasil Ternak ini menambahkan, selain proses pengasapan
alami, tahun ini timnya melakukan diversifikasi rasa baru untuk memikat
konsumen, yakni varian rasa bawang putih dan rasa pedas.
Langkah premiumisasi produk tersebut disempurnakan dengan
teknik pengemasan modern menggunakan teknologi vacuum sealer. Tak hanya membuat
produk tahan lama, kemasan ini juga dilengkapi dengan QR Code pada label
produknya.
Melalui QR Code tersebut, konsumen dapat memindai langsung
menggunakan ponsel untuk mendapatkan informasi produk secara transparan.
Langkah ini sengaja diambil untuk menjamin standar keamanan pangan (food
safety) sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal.

Produk telur asin asap cair hasil kolaborasi
Kelompok Tani Diporejo bersama tim pengabdi Poliwangi. (Foto: Istimewa)
Dorong Kemandirian Ekonomi UMKM Desa
Dalam menjalankan program pengabdian ini, Dewiarum Sari
dibantu oleh dua anggota tim dosen, yaitu Erlin Susilowati, S.P., M.Biotek. dan
Ari Istanti, S.P., M.P. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Poliwangi,
Mohammad Hulid dan Nurmala Cahyani Putri, sebagai bagian dari implementasi
nyata pembelajaran di luar kampus.
Melalui pendampingan yang komprehensif, mulai dari
standardisasi produksi hulu, manajemen pengemasan modern, hingga strategi
pemasaran, Kelompok Tani Diporejo diharapkan tidak lagi sekadar menjadi
produsen bahan mentah, melainkan mampu mengelola bisnis olahan peternakan
secara mandiri dan berkelanjutan.
Inovasi telur asin asap aneka rasa berbasis smart packaging
ini menjadi strategi jitu untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar
daerah, memperkuat daya saing produk UMKM Banyuwangi, serta bermuara pada
peningkatan pendapatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat. (man)
