
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Universitas Brawijaya (UB) Malang memberikan penghargaan kepada Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah yang memiliki perkembangan ekosistem halal sangat pesat.
“Komitmen Banyuwangi dalam mengupayakan ekosistem mendapat apresiasi tinggi dari akedemisi Universitas Brawijaya dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH),” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (7/5/2026).
“Dua hari lalu Banywuangi
diberikan penghargaan terkait mendukung menciptakan ekosistem dan industri
halal di Indonesia,” imbuhnya.
Penghargaan diserahkan langsung
oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hasan
bersama Rektor UB Malang, Prof. Widodo, S.Si., M.Si, dalam Indonesia Halal
Ecosystem Summit & Halal Metric Award, di Kampus UB Malang, Selasa
(5/5/2026).
Banyuwangi mendapatkan tiga
penghargaan sekaligus. Di antaranya penghargaan atas inovasi, kolaborasi, dan
pemberdayaan publik untuk pengembangan ekosistem halal, dan penghargaan untuk
pengembangan infratruktur halal.
UB Malang merupakan kampus yang
selama konsen dalam ekosistem halal di Indonesia. Bahkan salah satu dosen UB
Malang Prof. Dr. Tri Susanto, merupakan akademisi pertama yang melakukan
penelitian tentang halal di Indonesia pada 1988 dan memantik awal mula lahirnya
sertifikasi halal di Indonesia.
Rektor UB Prof. Widodo mengatakan
bahwa Banyuwangi sangat potensial untuk pengembangan ekosistem halal. Banyak
hal yang bisa dikembangkan oleh Banyuwangi untuk mendukung industri halal di
Banyuwangi.
“Banyuwangi itu komunitasnya
banyak. Tidak hanya makanan tetapi juga ke tourism, pariwisatanya. Sehingga
kita melihatnya progres Banyuwangi untuk menjadi kabupaten yang betul-betul
mengembangkan ekosistem halalnya sangat bagus,” kata Prof. Widodo.
Hal yang sama juga dilontarkan
oleh Kepala BPJPH Haikal Hasan. Menurutnya, Banyuwangi bisa dijadikan contoh
daerah yang getol mendorong pengembangan industri halal di daerahnya.
Saya pernah ke Banyuwangi, dan
perkembangannya juga mantap menurut saya. UMKM nya didorong mendapatkan
sertifikat halal, rumah potong hewannya. Jadi Banyuwangi itu bisa jadi
percontohan,” kata Babe Haikal, panggilan akrab Kepala BPJPH
tersebut.
Pemkab Banyuwangi telah
memfasilitasi ribuan UMKM dalam pengurusan sertifikat halal. Sudah terbit
22.091 sertifikat halal untuk produk UMKM yang pengurusannya difasilitasi
pemkab. Selain itu, ada delapan rumah potong hewan (RPH), dan empat rumah
potong unggas yang tersertifikasi halal.
Bupati Ipuk menambahkan
penghargaan dari Universitas Brawijaya dan BPJPH ini menjadi motivasi untuk
terus memperkuat ekosistem halal di Banyuwangi.
“Ini bukan hanya tentang
sertifikasi, tetapi bagaimana kami membangun ekosistem yang menyeluruh, mulai
dari UMKM, infrastruktur, hingga pariwisata halal yang memberikan nilai tambah
bagi masyarakat,” kata Ipuk.
Ipuk berkomitmen akan terus
mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar pengembangan industri halal di
Banyuwangi semakin inklusif dan berkelanjutan.
“Harapannya, ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat serta menjadikan Banyuwangi sebagai rujukan pengembangan ekosistem halal di tingkat nasional,” tutup Ipuk. (*)