oleh

Rencana Pemda Kurangi ADD, ASKAB Kompak Menolak, Inilah Alasanya

KabarBanyuwangi.co.id – Menyikapi rencana Pemerintah Daerah (Pemda) akan mengurangi anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) untuk penanganan Covid-19, Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi (ASKAB), dan Koordinator Kecamatan (Korcam) menggelar rapat di balai desa Cluring, Jumat (12/6/2020). Dalam rapat yang di ikuti seluruh pengurus, ASKAB se-Banyuwangi ini, mereka kompak menolak rencana Pemda yang akan mengurangi ADD sebesar 14,5 M untuk tahun angaran 2020 ini.

Menurut keterangan Sekertaris Jendral (Sekjen) ASKAB, Muansin, rencana Pemda akan mengurangi ADD dirasa sangat memberatkan desa dalam pegelolaan desa. Sebab jika tetap dipaksakan dikurangi, akan berdampak terhadap kelangsungan penyelenggaraan pemerintahan di desa.

“Memang ada pengurangan transfer dari pusat ke daerah akibat dari wabah Covid-19. Pemda ada keinginan untuk mengurangi nilai ADD tahun 2020 ini. ASKAB meminta pemda mencari alternatif lain untuk menutupi pengurangan nilai transfer dana dari pusat. Sehingga tidak berdampak pada pemerintahan di desa,” Ujar Sekjen ASKAB yang juga Kepala Desa Sidowangi, Kecamatn Wongsorejo ini, Sabtu (13/6/2020) kepada kabarbanyuwangi.co.id.

Baca Juga: Papdesi Perjuangkan ADD, Pemkab Cari Solusi

Muansin, yang juga mantan jurnalis, dan presenter sekaligus Pemimpin Redaksi (Pemred) Radio swasta ternama ini menambahkan, sebab ADD mayoritas digunakan untuk biaya penyelenggaraan, dan pelayanan pemerintahan desa. Apabila tetap dikurangi dari nilai ADD semula sebesar RP 156.723.639.000 yang dikepras menjadi RP 142.185.952.600, atau berkurang sekitar 14 miliar lebih, maka akan berpengaruh, dan sangat mengganggu kondusifitas seluruh pemerintahan desa.

“Kami sebagai Sekjen, dan para pengurus ASKAB berharap kepada pemeritah daerah segera memutuskan agar segera mengalokasikan dana dari pos lain demi menutupi pengurangan nilai transfer dari pusat ini. Kalau tetap dipaksakan, maka akan mengganggu kondusifitas seluruh pemerintahandi desa,” tegas Muansin yang juga mantan aktivis ini.

Baca Juga: Terus Siapkan Pariwisata Era New Normal, Banyuwangi Libatkan BUMN

Wabah virus corona atau Covid-19 hingga kini masih belum berakhir. Nyaris semua elemen terdampak akibat adanya pandemi corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok. Salah satunya terkait alokasi ADD yang terpaksa harus dialihkan oleh Pemda untuk penanganan wabah Covid-19.

Hingga saat ini, para kepala desa juga tengah berjuang keras agar alokasi ADD tetap tidak ada pengurangan dengan upaya melakukan audiensi dengan Bupati Banyuwangi. Bahkan saat ini, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas bersama kepala desa juga masih mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan ini. Agar penguragan ADD tidak berdampak langsung terhadap penyelenggaraan pemerintah dasa. (man)

_blank

Kabar Terkait