Rumah Industri Senpi Ilegal di Banyuwangi Digulung PolisiPolresta Banyuwangi


Rumah Industri Senpi Ilegal di Banyuwangi Digulung Polisi

Keterangan Gambar : Kabid Humas Polda Jawa Timur, didampingi Kapolresta Banyuwangi, rilis ungkap kasus home industri senpi ilegal. (Foto: Fattahur)

KabarBanyuwangi.co.id - Rumah produksi senjata api (senpi) rakitan ilegal, digulung Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi. Sebanyak empat orang yang diduga sebagai perakit senpi ditangkap petugas.

"Kasus ini terungkap pada 2 April 2021 sekitar jam 3 sore di sebuah rumah di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri,” kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dalam pers rilisnya di Mapolresta Banyuwangi, Sabtu (10/4/2021).

Menurut Gatot, ini merupakan kesekian kalinya Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap kasus besar. "Ini merupakan keberhasilan penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi dengan mengamankan empat orang tersangka. Yakni, NM, IPW, AW, dan CS,” imbuhnya.






Baca Juga :

Sementara Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin menceritakan kronologi pengungkapan kasus ini bermula dari penggerebekan di sebuah rumah industri pembuatan senjata api ilegal di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri.

“Di rumah tersebut petugas berhasil mengamankan tersangka MN (51) serta mengamankan 32 item barang bukti. Seperti 1 buah senpi modif jenis M-16, 1 buah senpi modif jenis lee-enfield, 1 (satu) buah senpi modif M-16 single, magazine, ratusan amunisi dan, proyektil berbagai jenis amunisi, serta peralatan yang digunakan tersangka membuat senpi,” ujar Kapolresta.

Keterangan Gambar : Barang bukti senpi laras panjang. (Foto: Fattahur)

Kombes Pol Arman menambahkan, setelah menangkap tersangka MN, pihaknya melakukan pengembangan penyelidikan hingga berhasil menangkap tiga tersangka lainnya. Yakni, AW (33) warga Kecamatan Wongsorejo yang berperan sebagai pemasok amunisi, Banyuwangi, IPW (48) warga Kabupaten Buleleng sebagai pembeli senpi, Bali, dan CS (66) warga Kecamatan Beji, Kota Depok berperan sebagai penjual.

“Dari ketiga tersangka tersebut, polisi juga menyita 36 item barang bukti diantaranya, 1 buah senjataM-16 rakitan, 1 buah senjata revolver, 1 buah senpi jenis FN-Broning, 1 senpi laras panjang, ratusan amunisi, popor, triger, timbangan digital, dan barang bukti lainnya,” tambahnya.

Atas perbuatanya, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 1 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara selama 20 tahun. (fat)