oleh

Sebanyak 21 Jajaran Bawaslu Banyuwangi Reaktif, Pengawasan Tahapan Pilkada Tetap Jalan

KabarBanyuwangi.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi melaksanakan rapid test massal beberapa hari lalu. Dari total 434 jajaran pengawas yang di rapid test, sebanyak 21 orang reaktif Covid-19.

Menurut keterangan dr. Widji Lestariono, jajaran Bawaslu yang hasil rapid tes nya reaktif, akan menjalani uji swab untuk memastikan apakah mereka terpapar Covid-19. Selain itu, mereka saat ini sudah menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Ada 21 orang jajaran Bawaslu yang reaktif hasil rapid test. Kita tindak lanjuti dengan uji swab. Kita sudah berkoordinasi dengan Bawaslu yang hasil rapid test-nya reaktif untuk melakukan karantina mandiri, sambil menunggu uji swab. Setelah swab tetap kita minta untuk karantina hingga hasilnya keluar,” kata dr. Widji Lestariono saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi Kembali lakukan Rapid Test Massal, Jamin Jajaran Pengawas Pemilihan Aman Covid-19

Rio, panggilan akrabnya yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi ini menambahkan, adanya jajaran Bawaslu yang hasil rapid tes-nya reaktif, membuat Satgas Covid-19 Banyuwangi semakin waspada. Sebab, pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020 berpotensi menjadi salah satu klaster penyebaran Covid-19.

“Sebagaimana yang disampaikan Presiden Jokowi, ada tiga klaster yang harus diwaspadai. Pertama, klaster keluarga, kedua klaster perkantoran, dan ketiga adalah klaster pilkada. Ini yang kita khawatirkan, dan kita waspadai,” tambah Rio.

Untuk klaster Pilkada, lanjut dr. Rio, sulit untuk dideteksi. Sebab, hampir semua tahapan Pilkada, baik yang dilakukan oleh penyelenggara, KPU dan Bawaslu, maupun pasangan calon berpotensi menimbulkan kerumunan orang.

“Untuk kegiatan yang dilakukan KPU dan Bawaslu relative termonitor, karena selalu koordinasi dengan kita. Nah, yang sulit dimonitor adalah kegiatan yang dilakukan pasangan calon dan tim kampanyenya. Karena mereka cenderung tertutup,” lanjut Rio.

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi Dampingi Ikrar Netralitas ASN Se-Kabupaten

Oleh sebab itu, tidak henti-hentinya Satgas Covid-19 Banyuwangi selalu mengimbau kepada jajaran KPU, Bawaslu, dan pasangan calon agar terus memperhatikan aspek protokol kesehatan dalam setiap tahapan Pilkada. Khususnya dalam penerapan 3 M (Mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak).

“Kita selalu mengimbau, agar pada setiap kegiatan kampanye paslon supaya memperhatikan aspek protokol kesehatan. Jangan sampai ada kerumunan masa dan memastikan semua yang hadir harus memakai masker,” pinta Rio.

Semetara itu, Ketau Bawaslu Banyuwangi, Hamim langsung berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, dan memerintahkan mereka yang reaktif agar melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Terkait tugas pengawasan tahapan kampanye tetap berjalan. Bahkan Bawaslu sudah memerintahkan Panwascam di setiap kecamatan untuk membackup tugas rekannya yang tengah menjalani isolasi mandiri.

“Jadi, karena ada yang reaktif maka kita perintahkan agar isolasi mandiri sembari menunggu uji swab. Rata-rata mereka dalam kondisi sehat. Untuk tugas pengawasan akan dihandle oleh jajaran pengawasan setingkatnya dan juga panwascam di masing-masing kecamatan. Karena yang reaktif tidak hanya panwascam, juga ada staff, dan PKD,” ujar Hamim.

Baca Juga: Alhamdulillah, 40 Pasien OTG di Gedung Karantina Licin Sembuh dari Covid-19

Hamim mengimbau kepada seluruh jajaran Bawaslu Banyuwangi, agar benar-benar memperhatikan aspek protokol kesehatan. Terlebih, tugas Bawaslu saat ini tidak hanya mengawasi tahapan Pilkada sesuai dengan Undang-Undang, melainkan juga memastikan setiap tahapan harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Kuncinya disiplin protokol kesehatan. Ini cara yang paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19. Kita berupaya agar Pilbup ini terselenggara secara adil dan juga bebas Covid-19. Semoga ini bisa cepat berlalu, dan tidak ada penyelenggara yang positif,” pungkas Hamim. (man)

_blank

Kabar Terkait