oleh

Tahun Baru Hijriyah Dirayakan Dengan Ider Bumi dan Adzan di Empat Penjuru

KabarBanyuwangi.co.id – Warga Dusun Krajan, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, mempunyai tradisi Ider Bumi saat merayakan Tahun Baru Islam, 1 Muharam. Tradisi yang berlangsung sejak puluhan tahun lalu itu, sebagai menyempurnaan dari tradisi Bersih Desa yang dilakukan pada waktu yang sama. Acara Ider Bumi tahun ini jatuh pada Kamis, 20 Agustus 2020 kemarin.

Setelah sholat Asyar, warga laki-laki dan anak-anak, mengawali “Ider Bumi” dari Masjid Baitul Quddus menuju pojok kampung, yaitu di Timur Utara dekat Jembatan Bomo. Dari pojok kampung ini, iring-iringan warga berhenti sambil menunggu salah satu warga yang mengumandangkan adzan.

Setiap sampai penjuru atau pojok kampung, iring-iringan warga berhenti untuk mengumandangkan Adzan. (Foto: istimewa)
Setiap sampai penjuru atau pojok kampung, iring-iringan warga berhenti untuk mengumandangkan Adzan. (Foto: istimewa)

Usai adzan di pojok pertama, iring-iringan warga dilanjutkan ke pojok kedua sebelah Barat-Utara. Kembali berhenti dan menunggu salah satu warga mengumandangkan adzan, hingga empat penjuru dilakukan hal yang sama. Selama iring-iringan, tanpa ada bacaan atau musik pengiring. Warga hanya berjalan seperti biasa dan terlihat kompak, sambil mengajak anak-anaknya mengikuti acara ini.

Baca Juga: Peringati 1 Muharam 1442 Hijriyah, Warga Gelar Lomba Kaligrafi dan Baca Surat Pendek Al-Qur’an

Selesai ritual adzan di empat penjuru, warga kemudian pulang ke rumah masing-masing. Sambil mengamini doa yang disampaikan lewat pengeras masjid, semua warga keluar di depan rumah masing-masing dengan sandingan ancak, atau nasi dengan menu sederhana.

Panitia tidak menentukan menu apa yang harus dimasak warga, tergantung selera dan kemampuan masing-masing. Ada yang menu ayam, daging dan urap-urap, ada juga menu harian. Setelah doa selesai, warga makan bersama di depan rumah masing-masing. Ada juga di jalan depan rumahnya, dengan bertukar ancak.

Acara Ider Bumi ditutup dengan makan bersama di depan rumah masing-masing. (Foto: istimewa)
Acara Ider Bumi ditutup dengan makan bersama di depan rumah masing-masing. (Foto: istimewa)

Mengingat semua warga juga mamasak dengan menu yang macam-macam, kadang juga banyak ancak tidak termakan. Sebagai siasat agar sedekahnya habis dimakan, biasanya warga mengundang saudara dari luar kampung.

Acara sederhana yang memohon keselamat kampung, selesai menjelang sholat magrib. Tanpa ada hura-hura, tetepi warga terlihat khusuk dan ikhlas dalam menyampaikan doanya kepada Allah SWT. Warga berharap, kondisi desa aman, tentram, tanpa ada gangguan marabahya dan dijauhkan dari pageblug.

(Penulis: Achmad Fauzi, Dusun Krajan, Desa Parijatah Kulon, Srono, Banyuwangi)

Redaksi menerima tulisan dari para Netizen, tentang apa saja asal tidak mengandung sara dan ujaran kebencian. Mulai dari Wisata, Kuliner atau cerita perjalanan. Bisa dikirim lewat email redaksi@kabarbanyuwangi.co.id atau melalui WhatsApp (WA) +6289682933707, beserta foto dan keterangannya. Terimakasih.

_blank