oleh

Tanaman Hias Aglaonema Ngetren di Masa Pandemi

KabarBanyuwangi.co.id – Pameran tanaman hias kembali digelar di Banyuwangi. Kali ini, pameran yang dikemas dalam expo seribu bunga ini digelar di kaki Gunung ijen, atau lebih tepatnya di Agro Wisata Taman Suruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

Selain bisa menikmati sejuknya suasana dataran tinggi, pengunjung yang datang juga bisa menikmati dan melihat langsung beraneka macam tanaman hias yang telah ditata rapi untuk dipamerkan.

Seperti tanaman kamboja, kaktus, bunga asoka, tanaman sekulen mini dan puluhan jenis tanaman hias lainnya banyak dipamerkan di tempat ini. Dari puluhan jenis tanaman yang dipamerkan, tanaman aglaonema-lah yang paling banyak dicari oleh masyarakat.

Meski tanaman ini tidak memiliki bunga, karena warna dan bentuk daunnya yang menarik, menjadikan tanaman ini kian digemari masyarakat untuk dipelihara di masa pandemi. Untuk merawat tanaman ini juga bisa dibilang tidak begitu rumit.

Baca Juga: Agro Wisata Tamansuruh, Destinasi Banyuwangi Siap Sambut New Normal

Baca Juga: Terus Siapkan Pariwisata Era New Normal, Banyuwangi Libatkan BUMN

Baca Juga: Mengeksplotasi Diri Dengan Karya Bernuansa Seni, Cara Bertahan Seniman Hadapi Pandemi

Yang perlu diperhatikan dalam budidaya aglaonema yakni kelembaban tanah, faktor cahaya dan perbanyak kompos. Tanaman ini memiliki berbagai jenis ada aglaonema snow white atau aglaonema salju, aglaonema merah, aglaonema kuping gajah, aglaonema dewi hughes dan lain sebagainya. Beda jenis, beda pula harganya.

“Iya sekarang memang lumayan harganya, tapi saya tertarik karena memang lagi tren. Rencana selain akan kami rawat di rumah, juga akan coba kami budidayakan, siapa tau bisa buat bisnis,” kata Syam Ijen, salah satu pecinta tanaman aglaonema.

Aneka macam bunga dipamerkan dalam exfo. (Foto: man)
Aneka macam bunga dipamerkan dalam exfo. (Foto: man)

Di Expo Seribu Bunga ini, tanaman aglaonema dijual dengan harga bervariasi, mulai dari harga ratusan ribu. Bahkan yang termahal di tempat ini adalah aglaonema jenis philodendron glandiflorum var yang dibandrol dengan harga fantastis mencapai Rp 500 juta.

Tanaman ini menjadi tren untuk dipelihara masyarakat karena tanaman yang juga dikenal sebagai tanaman “sri rezeki” ini diyakini sebagai tanaman pembawa hoki atau pembawa rezeki.

“Sebenarnya tanaman ini sudah tren sejak sebelum pandemi. Tapi saat pandemi ini, trennya semakin meningkat. Mungkin karena banyak waktu dirumah saja itu akhirnya masyarakat lebih tertarik merawat tanaman di rumah,” kata Khoirul Fanani, Koordinator Expo Seribu Bunga.

neka macam jenis tanaman Hias Aglaonema. (Foto: man)
Aneka macam jenis tanaman Hias Aglaonema. (Foto: man)

Aglaonema ini harganya bisa tinggi karena bentuk, warna maupun kelangkaan barang. Tanaman ini dikenal juga dengan sebutan bunga Sri Rezeki,” imbuh Khoirul Fanani.

Nah, karena sedang naik daun dan harganya pun relatif tinggi. Maka si pemelihara aglaonema kini tidak boleh sembarang menempatkan bunga di halaman rumahnya.

“Agar tidak menjadi sasaran empuk kawanan maling, tanaman hias yang konon katanya pembawa hoki ini lebih baik disimpan di dalam rumah, kalau pun terpaksa harus ditempatkan di halaman rumah, pastikan kunci pagar rumah sudah terkunci dengan rapat,” pungkas Khoirun Fanani. (man)

_blank