
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Tim nasional balap sepeda Indonesia nomor BMX terus meningkatkan intensitas latihan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di Jepang pada September mendatang. Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tim Indonesia Cycling ini dilakukan di Sirkuit Internasional BMX Supercross Banyuwangi.
Ketua Kontingen (Chef de Mission/CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu pun hadir langsung ke Banyuwangi untuk memotivasi serta memastikan kesiapan fisik dan mental para atlet balap sepeda Merah Putih.
Saat hadir di Banyuwangi pada
Kamis (30/7/2026), Todo didampingi Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Indonesia
Cycling Federation (ICF) Jadi Rajagukguk, Tim Analis Kementerian Pemuda dan
Olahraga (Kemenpora), Tim Analis dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC
Indonesia), serta Pemkab Banyuwangi.
"Saya cukup takjub melihat
tempat latihan BMX di Banyuwangi. Ini sudah sangat proper sekali. Treknya
sangat mendukung untuk persiapan teman-teman atlet yang akan bertanding di
Asian Games," kata Todo.
Selain itu, Todo menambahkan,
keberadaan trex BMX di Banyuwangi jadi investasi jangka panjang dalam membina
bibit-bibit unggul BMX Tanah Air, termasuk menyongsong gelaran SEA Games 2027
mendatang.
"Saya tadi ngobrol sama Pak
Sekjen (ICF), latihan di sini bukan hanya untuk Asian Games saja, tetapi
mempersiapkan bibit atlet BMX kita ke depan, dan juga bagian dari persiapan
menuju SEA Games tahun depan," ungkap Todo.
Sekretaris Jenderal Pengurus
Pusat ICF, Jadi Rajagukguk menambahkan, Kemenpora menargetkan empat medali emas
untuk tim cycling Indonesia. Satu emas di antaranya pada cabang sepeda nomor
BMX.
"Namun, target dari federasi
sendiri kami membidik lebih dari satu emas. Maka, mohon dukungan dan doa dari
seluruh masyarakat Indonesia agar tim cycling Indonesia memberikan yang terbaik
di Asian Games," kata Jadi.
Untuk merealisasikan misi
tersebut, ICF memusatkan tujuh Timnas BMX terbaiknya di Banyuwangi untuk
berlatih ekstra. Sirkuit BMX Banyuwangi memiliki lintasan panjang track 465 meter,
serta obstacle 4 high jump. Sirkuit ini juga dilengkapi dua start gate
ketinggian 5 dan 8 meter, serta 7 line dan telah berstandar olimpiade.
Secara keseluruhan, kata Jadi,
kontingen balap sepeda Indonesia berencana mengirim 21 atlet sepeda dan tujuh
pelatih ke ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sebagai bagian dari strategi
mematangkan taktik dan mental bertanding, para penggawa BMX Indonesia juga
terus digembleng lewat serangkaian uji coba (try out) Internasional di luar
negeri, mulai dari Australia, Jepang, hingga Malaysia.
"Kita harapkan dengan
mengikuti try out single event di luar negeri ini bisa memberikan pengalaman,
jam terbang mereka yang sudah biasa mengikuti kompetisi bersama atlet-atlet di
tingkat Asia," tambahnya.
Di arena latihan, dua srikandi
BMX Indonesia, Jasmine Azzahra Setyobudi dan sang peraih emas Asian Games
sebelumnya, Amellya Nur Sifa, menegaskan kesiapannya untuk kembali mengibarkan
bendera Merah Putih di podium tertinggi.
Kendati harus menjalani porsi
latihan intensif hingga enam hari dalam seminggu, rasa lelah tak melunturkan
fokus mereka. Jasmine mengungkapkan kondisi tim saat ini berada dalam motivasi
tinggi, sementara Sifa menegaskan ambisinya untuk mempertahankan takhta juara.
"Persiapan sejauh ini sudah cukup matang, tinggal menjaga konsistensi performa. Target pribadi saya tentu ingin mempertahankan medali emas dan memberikan hasil luar biasa untuk Indonesia," tegas Sifa penuh percaya diri. (*)