
(Foto: humas/kab/bwi)
KabarBanyuwangi.co.id – Lembaga Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) mendanai pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kertosari. Memastikan pembangunannya berjalan dengan baik, mereka mengunjungi Banyuwangi untuk melihat progresnya.
Mereka bertemu langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata, Banyuwangi, Rabu (29/7/2026).
Di antaranya Pejabat Senior
Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab Ahla Abdulmuhsen,
Direktur Clean Rivers UEA Reinier Van Der Lely, Senior Manager Clean Rivers UEA
Maryam Al Memari, Manager Clean Rivers UEA Aza Wee Sile.
Turut hadir Tenaga Ahli Ketahanan
Pangan, Infrastruktur Pendukung Pertanian, dan Lingkungan Kemenko Pangan Guntur
Priambodo, Director Systemiq Jason Edward Hale dan Manager Borealis Mari
Kylmala.
"Kami telah bekerja sama
baik pemkab dan Project STOP untuk menjalankan program transformasi persampahan
Banyuwangi Hijau,” ujar Direktur Clean Rivers UEA Reinier Van Der Lely.
Saat ini Clean Rivers mendukung
Program Banyuwangi Hijau Fase tiga dengan melakukan pembangunan fasilitas TPS3R
di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Pembangunan TPS3R ini dimulai
pada awal bulan Juli lalu, dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dan
ditargetkan rampung dalam waktu 10 bulan.
TPS3R Kertosari fokus mengatasi
persoalan persampahan di wilayah perkotaan agar dapat mengurangi volume sampah
yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir. TPS3R ini memiliki kapasitas
pengolahan sekitar 50 ton sampah per hari dan akan melayani Kecamatan
Banyuwangi serta wilayah sekitarnya.
“Kami sangat senang melihat semua
kemajuannya. Saya baru saja ke sini enam bulan yang lalu dan perkembangannya
sangat cepat. Peluncuran awal Tahap 3 sudah dimulai dan kami melihat
persiapannya berjalan sangat baik,” lanjut Reinier.
Reinier juga mengunjungi
fasilitas pengolahan sampah yang telah didirikan di Banyuwangi sebelumnya.
Seperti TPS3R Balak Songgon yang dibangun oleh Borealis dan pemerintahan
Norwegia.
"Kami juga ingin melihat
proses edukasi perubahan perilaku masyarakat dan proses pengumpulan
sampahnya," terangnya.
Bupati Ipuk Fiestiandani
mengatakan Banyuwangi merasa beruntung karena perjalanan menuju transformasi
dalam pengelolaan sampah berkelanjutan mendapat dukungan banyak pihak.
Kolaborasi Indonesia dan Uni Emirat Arab menjadi kemitraan strategis yang
nyata.
“Kerjasama ini bukan hanya
sebagai investasi bagi keberlanjutan lingkungan tapi juga bagi kesehatan
generasi masa depan dan daya saing ekonomi daerah,” ujar Ipuk.
Program Pengelolaan Sampah
Sirkular di Banyuwangi dimulai pada 2017 melalui Prject Stop yang ditandai
Pembangunan TPS3R Tembokrejo, Muncar. Dilanjutkan Program Banyuwangi Hijau Fase
1 dengan pembangunan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon. Keduanya didukung
Pemerintah Norwegia.
Selanjutnya hadir Program
Banyuwangi Hijau Fase 2 dengan Pembangunan TPS3R Karetan di Kecamatan
Purwoharjo yang didukung Pemerintah Austria dan dalam tahap pembangunan. Kemudian
Banyuwangi Hijau fase 3 dengan dukungan Clean Rivers UEA dengan pembangunan
TPS3R Kertosari.
“Selain Program Banyuwangi Hijau, kami juga akan mendapatkan dukungan Pembangunan TPS3R Wongsorejo yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum RI,” kata Ipuk. (*)