oleh

Teler Dekat Polsek, ABG Diciduk Polisi Bersama 2 Pengedar Pil Trex

KabarBanyuwangi.co.id – Dua pengedar obat-obatan sediaan farmasi jenis pil trex diringkus Tim Unit Reskrim Polsek Glenmore, Banyuwangi. Kedua pelaku adalah Hendrik Wahyudi (26) warga Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore dan Fery Pratama (26), warga Desa Rejosari, Kecamatan Glagah.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Glenmore, AKP Basori Alwi mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan polisi yang mendapati seorang pemuda usia pelajar berinisial MS (16) sedang teler di areal persawahan tidak jauh dari kantor Mapolsek Glenmore beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan belasan butir pil trex yang disimpan di saku celana saksi.

“Iya, penangkapan ini berawal dari Kanit Reskrim kami yang mencurigai seorang pemuda di areal persawahan dekat Polsek seperti sempoyongan. Ternyata saksi MS menyimpan pil trex. Dari hasil interogasi, saksi MS mengaku mendapatkan pil itu dari salah satu pelaku lain,” kata AKP Basori Alwi, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Ngaku Sepi Muatan, Sopir Lintas Jawa-Bali Nekat Edarkan Pil Trex

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Beri Nutrisi Pasien OTG yang Menjalani Karantina

Kepada polisi, saksi MS mengaku membeli obat-obatan dari pelaku Hendrik Wahyudi. Setelah mendapat pengakuan tersebut, Tim Buser Unit Reskrim Polsek Glenmore langsung melakukan penangkapan pengedar lain bernama Ferry Pratama, wara Kecamatan Glagah di sekitar rumahnya. Petugas juga menemukan ribuan butir pil trex siap edar.

“Akhirnya kita ciduk dua pelaku pengedar itu. Sedikitnya ada  1.012 butir pil trex siap edar dan uang tunai yang kita amankan. Selain pengedar, kedua pelaku ini mengaku sering mengkonsumsi obat-obatan sediaan farmasi tersebut untuk menenangkan pikiran,” ungkap AKP Basori Alwi, Kamis (22/10/2020).

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Ringkus 10 Orang Diduga Pelaku Judi Togel Online

Atas perbuatannya, kini kedua pelaku harus merasakan hangatnya jeruji besi ruang tahanan Mapolsek Glenmore. Polisi menjerat pelaku dengan undang-undang kesehatan lantaran pelaku telah menyalahgunakan obat sediaan farmasi tanpa izin edar.

“Keduanya dijerat dengan undang-undang tentang kesehatan, ancaman hukuman maksimal mencapai 15 tahun penjara,” pungkasnya. (man)

_blank

Kabar Terkait