Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemkab Banyuwangi Kolaborasi dengan Dunia UsahaPemkab Banyuwangi

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Pemkab Banyuwangi Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Pemkab Banyuwangi gandeng Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) dalam program Pembiaan Sekolah. (Foto: humas/kab/bwi)

KabarBanyuwangi.co.id - Pemkab Banyuwangi terus memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan menggandeng dunia usaha untuk meningkatkan mutu sekolah, kapasitas guru dan kepala sekolah, sekaligus membangun karakter serta kecakapan hidup siswa.

Kolaborasi tersebut diwujudkan bersama Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) melalui program Pembinaan Sekolah yang akan berlangsung selama lima tahun. Program ini menyasar penguatan kualitas pendidikan di sejumlah sekolah di Banyuwangi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus YPA-MDR Gunawan Salim saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Selasa (25/8/2026).

Baca Juga :

Gunawan menjelaskan, pembinaan sekolah akan difokuskan pada empat pilar, yakni akademik, karakter, seni budaya, dan kecakapan hidup (life skill).

Pada aspek akademik, para kepala sekolah, guru, dan siswa akan mendapatkan pelatihan serta pendampingan, mulai penguatan kemampuan literasi dan numerasi hingga pemanfaatan internet dan teknologi digital dalam pembelajaran.

“Melalui pendampingan di empat pilar tersebut, kami berharap dapat mewujudkan generasi muda yang kompeten secara akademik, berkarakter baik, memiliki bekal kecakapan hidup, sekaligus memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya lokal,” ujar Gunawan.

Tahun ini, sebanyak 10 sekolah dasar (SD) di Banyuwangi akan mendapatkan pembinaan YPA-MDR. Sekolah-sekolah tersebut berada di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

“Pembinaan akan mulai Oktober tahun ini di 10 SD Negeri di Desa Jambewangi dan Kemiren. Rencana juga berlanjut ke SMKN 1 Glagah,” jelasnya.

Menurut Gunawan, pemilihan sekolah binaan tersebut disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Desa Kemiren merupakan basis masyarakat Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang terus dirawat secara turun-temurun.

Sementara Desa Jambewangi dikenal sebagai salah satu sentra pertanian organik yang telah menembus pasar internasional. 

“Kami berharap pembinaan yang dilakukan dapat mendorong peningkatan prestasi sekolah. Dampaknya tidak hanya bagi kemajuan desa, tetapi juga bagi Banyuwangi secara keseluruhan,” kata Gunawan.

Bupati Ipuk menyambut baik dukungan dari YPA-MDR. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan pendidikan menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.

Ipuk berharap program pembinaan tersebut dapat melengkapi berbagai inovasi pendidikan yang selama ini telah dijalankan pemkab.

“Banyuwangi memiliki banyak program di sektor pendidikan. Kami berharap program dari Astra nantinya bisa mengisi ruang-ruang yang belum kami kerjakan, sehingga saling melengkapi dan tidak tumpang tindih,” ujar Ipuk.

Banyuwangi selama ini terus mengembangkan berbagai program pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga membangun kepedulian sosial, karakter, kemandirian, dan ketahanan keluarga.

Salah satunya melalui program Siswa Asuh Sebaya (SAS), sebuah gerakan kepedulian antarsiswa, dimana siswa yang berkecukupan secara ekonomi membantu siswa yang kurang mampu ekonominya. 

Pemkab Banyuwangi juga terus menguatkan Gerakan Daerah Entaskan Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh), yang berupaya memastikan anak-anak yang sempat putus sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan. Selain itu, Banyuwangi juga memberikan beasiswa Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Progresif bagi anak-anak yang berprestasi serta bersedia mengembangkan desanya. 

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk pengembangan pendidikan di Banyuwangi. Karena pendidikan adalah kunci bagi pengembangan daerah,” kata Ipuk. (*)