oleh

Video Ajakan Pelajar Agar Tidak Ikut Aksi Demo Tolak Omnibus Law di Banyuwangi Viral

KabarBanyuwangi.co.id – Video pelajar SMK 17 Agustus 1945 Cluring, Banyuwangi berisi ajakan agar pelajar tidak terlibat dalam aksi demo menolak pengesahan UU Omnibus Law viral di media sosial (Medsos). Dalam video itu, para siswa mengingatkan pelajar lain tidak termakan berita hoax ajakan untuk turun dalam aksi yang bakal digelar di depan gedung DPRD Banyuwangi, Senin (12/10/2020) besok.

“Kami minta agar pelajar tidak ikut dalam aksi demo yang digelar besok. Tugas kita sebagai pelajar saat ini hendaknya hanya belajar menuntut ilmu. Kita jangan sampai termakan hoax isu ajakan turun ke jalan. Mari kita tingkatkan prestasi untuk diri kita dan menjunjung tinggi nama sekolah kita,” ujar siswa dalam video itu.

Koordinator aksi demo, Abidin dari Universitas Bakti Indonesia (UBI) mengatakakan, pihaknya berkomitmen untuk tidak mengajak pelajar dalam aksi yang digelar besok. Pihaknya juga meminta kepada mahasiswa yang akan turun ke jalan tidak berbuat anarkis seperti yang terjadi di daerah lain.

“Kami komitmen tidak mengajak pelajar dalam aksi turun ke jalan. Kami juga ingatkan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk tidak bertindak anarkis merusak fasilitas umum. Patuhi protokol kesehatan saat menggelar aksi,” kata Abidin, Minggu (11/10/2020).

Baca Juga: Beredar Poster Ajakan Pelajar STM Demo Tolak Omnibus Law, Polisi Turun Tangan

Baca Juga: Aksi Demo PMII Tuntut Pemerintah Buka-Bukaan Dana Covid-19

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin menyambut baik beredarnya video berisi ajakan pelajar untuk tidak ikut turun dalam aksi demo menolak pengesahan UU Omnibus Law tersebut. Mengantisipasi keterlibatan para pelajar, pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada pelajar melalui Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi.

“Tentunya kita tidak ingin pelajar turun ke jalan. Selain masih belum cukup umur, kami berharap pelajar tak termakan hoax. Kami juga melakukan imbauan kepada wali murid, para guru dan kepala sekolah untuk tidak mengizinkan anaknya yang masih pelajar ikut serta dalam aksi demo penolakan Omnibus Law. Kita juga masih melakukan penyelidikan mengenai siapa yang menyebarkan poster ajakan itu,” jelas Kapolrestai.

Baca Juga: Puluhan Mahasiswa Turun Jalan Tolak Perluasan TWA Kawah Ijen

Kapolresta menambahkan, keterlibatan anak di bawah umur dalam kegiatan demonstrasi dilarang sesuai dengan pasal 87 UU 23 tahun 2002. Bagi masyarakat yang mengajak anak di bawah umur akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Tentu, kepolisian akan melakukan tindakan bagi siapa pun yang akan melibatkan anak di bawah umur khususnya pelajar dalam aksi unjuk rasa,” tambahnya.

Mengantisipasi aksi demo penolakan pengesahan UU Omnibus Law di Banyuwangi, aparat kepolisian sudah menyiapkan personel pengamanan dengan kekuatan penuh dari Polresta Banyuwangi dan juga diperkuat oleh satuan Brimob Polda Jatim. Selain itu, pengamanan aksi demo juga melibatkan personil TNI dan Satpol PP. (man)

_blank

Kabar Terkait