oleh

Yuriz Siap Jadi Galah, Demi Meraih APBD Banyuwangi Bagi Keadilan Wong Cilik

KabarBanyuwangi.co.id – Besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyuwangi yang mencapai Rp. 3,3 Triliyun, ternyata belum menyentuh ke sebagain besar penduduk Banyuwangi yang mencapai 1,7 juta jiwa. Padahal, Banyuwangi berdasarkan penilaian pemerintah Pusat dengan parameter yang subjektif, sering dikategorikan sebagai daerah yang berhasil.

“Selama saya melakukan sosialisasi dan bertemu lapisan masyarakat, mereka mengaku belum merasakan sentuhan pembangunan dengan APBD yang begitu besar. Adanya Bandara Blimbingsari, tidak menyelesaikan honor Guru Ngaji,”ujas Gus Riza saat meresmikan Posko Laskar Putih, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu.

“Berhasilnya aneka Festival, ternyata juga tidak menuntaskan masalah Bosda yang harusnya diterima sekolah. Aktivitas tambang emas Tumpang Pitu, ternyuata tidak bisa menyelsaikan kelalangkaan pupuk bagi petani,” imbuh Gus Riza.

Baca Juga: Projo Banyuwangi Tegas Dukung Pasangan Ipuk-Sugirah

Baca Juga: KPU Banyuwangi Umumkan Jumlah Daftar Pemilih Tetap

Gus Riza bersama Mas Yusuf sebagai Calon Bupati, juga memaparkan program pembangunan yang kelak jika diamanati rakyat menjadi Bupati dan Wakil Bupati, akan bekerja keras menyelesaikan program Banyuwangi lebih baik lagi dan benar-benar dirasakan keadilannya bagi rakyat kecil.

“Mas Yusuf dan saya, siap menjadi galah untuk “Nyinggek” (meraih) APBD yang nilai triliyunan agar bisa dirasakan wong cilik yang selama ini terabaikkan. Saya mengakui, kalau Banyuwangi sudah berhasil ‘mikul nduwur’ (menjadi terkenal), tetapi belum melakukan ‘mendem jeru’ (membuat berhasil bagi rakyatnya,” tegas menantu KH. Nur Iskanbdar SQ dari Sumberberas, Muncar.

Warga sampaikan keluh kesah ke Gus Riza. (Foto: istimewa)
Warga sampaikan keluh kesah ke Gus Riza. (Foto: istimewa)

Sebelumnya di hari yang sama, Gus Riza menyapa Warga Dusun Kunir, Desa Singojuruh kecamatan Singojuruh. Warga Dusun yang berbatasan dengan Desa Gambar ini, mengeluhkan jalan desa yang rusak selama 18 tahun tidak pernah tersentuh pembangunan.

Keluhan lain diusampaikan Saadah, Ketua Muslimat Singojuruh, bahwa fasiltas TPQ juga tidak pernah dipikirkan pemerintah, Padahal dunia pendidikan sangat penting. Suhaili, salah satu warga mengusulkan kepada Gus Riza, jika terpilih kelak, agar memecah Desa Singojuruh menjadi dua Desa. Mengingat serlama ini, alokasi dana pembangunan Desa sangat kurang, bila harus dibagi dengan 9 Dusun yang ada.

Baca Juga: Bawaslu Banyuwangi Dampingi Ikrar Netralitas ASN Se-Kabupaten

Menanggapi semua keluhan tersebut, Sarjana Lulusan S-2 salah satu Univesritas di Yordania ini, mengaku sangat puas atas masukan langsung dari warga.

“Semua keluhan yang sampean sampaikan, sudah ada dalam program pasangan Yuriz. Maka jangan kawatir, nanti akan diperhatikan dan ditangani. Jangan lupa tanggal 9 Desember 2020 mendatang, datang ke TPS dan Coblos pasangan nomer 1. Insyaallah, pasangan Yusuf-  Riza (Yuriz), bisa menggantikan Yu Nah dan Yu Tun,” tegas kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Syariah ini berkelakar. (sen)

_blank

Kabar Terkait