oleh

Aktivis Anti Masker Di Banyuwangi Masuk Bui

KabarBanyuwangi.co.id – M. Yunus Wahyudi, salah seorang aktivis anti masker di Banyuwangi ditetapkan menjadi tersangka oleh kepolisian. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, M. Yunus menjalani pemeriksaan saksi sekitar 8 jam terkait unggahan video berisi pernyataan tidak perlunya penggunaan masker bagi orang sehat dan tentang keberadaan Covid-19 di Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin menerangkan, penetapan status tersangka, lantaran video tersebut dianggap membuat gaduh dan meresahkan masyarakat ditengah Pandemi Covid-19.

“Hari ini kita periksa Yunus Wahyudi sebagai tersangka diawali dari penetapan tersangka,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa malam (13/10/2020) kemarin.

Baca Juga: Gandeng Jebeng Thulik, TNI/ Polri Gencar Kampanyekan Banyuwangi Bermasker

Kapolresta menambahkan, penetapan status tersangka pada Yunus ini, menurutnya merupakan hasil gelar perkara atas hasil pemeriksaan yang bersangkutan sebagai saksi.

“Yang bersangkutan menyampaikan semua dalam pemeriksaan,” tambahnya.

Arman menyebut, sebelumnya penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Termasuk empat saksi ahli yang berkaitan dengan kasus ini. Ada ahli Bahasa, ahli ITE (Inforrmasi dan Transaksi Elektronik), ahli kekarantinaan Kesehatan dan ahli penyakit paru.

“Sebelumnya kita sudah memeriksa saksi ahli dan mengamankan beberapa alat bukti,” sebut Kapolresta.

Baca Juga: Tidak Pakai Masker, Pelanggar Disidang di Tempat

Yunus dijerat dengan  pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-undang (UU) nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana danpaaal 45 huruf a Jo pasal 28 UU Nomor 19 tahun 2016  ITE dan pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan Kesehatan.

Selanjutnya, usai menjalani pemeriksaan di ruang Unit V oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan ditetapkan sebagai tersangka, aktivis kontroversial ini langsung menjebloskan ke sel tahanan Mapolresta Banyuwangi.

“Hari ini saya disel oleh aparat kepolisian karena penjemputan jenazah Covid-19 di Banyuwangi. Saya telah menginspirasi rasa ketakutan pada rakyat Banyuwangi dan rakyat semuanya bahwa Covid-19 ini bukan sesuatu yang membahayakan, tapi sesuatu yang harus dihindari saja. Semoga baik-baik saja, dan semoga selamat semunya,” ujar Yunus kepada wartawan sebelum memasuki sel tahanan.

Baca Juga: Masih Bandel Tidak Bermasker Saat Keluar Rumah? Ini Resikonya

Terpisah, Muhammad Sugiono selaku kuasa hukum tersanga M. Yunus mengungkapkan, kepolisian sudah bertindak profesional tanpa adanya intimidasi dalam menangani perkara kliennya.

“Yunus juga sudah mengakui bahwa semua statement yang ada di medsos maupun di BAP sudah sesuai,” ungkap Muhammad Sugiono.

Meski begitu, menurutnya, ada satu yang menjadi ganjalan. Dalam statement Yunus menerangkan telah bertemu dengan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono atau dr. Rio dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Namun keterangan dr. Rio kepada polisi menyampaikan tidak pernah bertemu sama sekali dengan kliennya tersebut.

“Disitulah yang menjadi tolak ukur perkara ini dimana Yunus mulanya sebagai saksi naik status menjadi tersangka,” tandasnya. (fat)

_blank

Kabar Terkait