oleh

Angklung “Sekar Arum” Ikawangi Jakarta Timur, Kesulitan Panjak Gamelan Khas Banyuwangi

KabarBanyuwangi.co.id – Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Jakarta Timur, H. Sugiman semangat mengembangkan kesenian daerah Banyuwangi di Ibu Kota. Awalnya, pria asal Tegaldlimo ini sudah membentuk Kelompok Musik Tradisional Campurasari “Laras Arum”, tetapi saat ada di puncak dan banyak undangan pentas, anggotanya satu persatu melepaskan diri dan membentuk kepompok musik Organ Tunggal.

“Saya tidak bisa mencegah keinginan itu, apalagi saya tahu teman-teman ini bisa manggung di Taman Mini Indonesia dengan menggunakan gamelan yang ada di Anjungan Jawa Timur. Padahal sebelumnya, Taman Mini Indonesia Indah selalu mengundang Campursari “Laras Arum” sebagai pengisi acara,” beber H. Sugiman yang juga kolektor gamelan Jawa Lengkap di rumahnya kepada kabarbanyuwang.co.id, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga: Harmonisasi Hubungan Ikawangi Sumatera Dengan Pemerintah Daerah Setempat

Baca Juga: Ikawangi Balikpapan, Selalu Dilibatkan Dalam Kegiatan Sosial Bersama Ormas Lain

Baca Juga: “Selamatan Sego Ethuk Brokoan”, Tandai Pembukaan Sekretariat Ikawangi Sumatara Group Pusat

Saat terpilih menjadi Ketua Korwil Ikawangi Jawa Timur setahun lalu, mencoba membentuk Kesenian Angklung. Apalagi Sugiman mengaku bisa memainkan angklung khas Banyuwangi, sejak duduk di bangku SMP Tegaldlimo. Keinginan besar melestarikan kesenian Banyuwangi, membuat dia tidak berpikir lagi berapa kocek yang dikeluarkan untuk membeli seprangkat gamelan Banyuwangi.

“Mas Agus Boy, Wakil Korwil Ikawangi Jaktim, kebetulan banyak jaringan dengan seniman di Banyuwangi. Saya minta bantuan beliau, untuk membeli seperangkat gamelan angklung Banyuwangi. Namun saat berdiri group dengan nama Angklung “Sekar Arum”, mulai dirasakan kesulitan mendapatkan wiyaga, atau pemukul gamelan musik Banyuwangi. Seperti ancak angklung, saron dan peking, karena beda antara musik jawa dengan musik Banyuwangi,” jelas kontrkator sipil yang membuat air mancur bisa bergoyang ini.

Agklung Banyuwangi kolaborasi dengan Campursari. (Foto: istimewa)
Agklung Banyuwangi kolaborasi dengan Campursari. (Foto: istimewa)

Sulitnya mencari wiyogo musik Banyuwangi di Jakarta, juga dipertegas Agus Boy. Pria asli Dusun Cangkring, Desa Pengantigan, Kecamatan Rogojampi ini, mengaku sudah menghubungi teman dan kenalannya di Jakarta, namun tidak pernah dapat.

“Sejak awal tahun 2020, saya sudah ‘woro-woro. mencari penabuh gamelan Banyuwangi di Jakarta dan belum dapat. Akhirnya kami atasi, berkolabarasi dengan panjak Campursari “Laras Arum”. Tentu saja, tidak semua pemain Campursari yang bukan dari Banyuwangi, bisa memainkan Angklung dan gamelan Banyuwangi. Kebetulan ada tukang kendangnya dari Jajag, yaitu sementara kita optimalkan,” kata Agus Boy yang merantau sejak tahun 2000-an.

Menurut Agus, semangat warga Banyuwangi cukup tinggi dalam melastarikan kesenian daerahnya. Mereka setiap minggu sekali latihan, dengan kemampuan seadanya.

“Jumat besuk (9/10/2020) pukul 20.00 WIB  – 23.00 WIB, rencana Kolaborasi Campursari Laras Arum dan Angklung Sekar Arum latihan akan disiarkan langsung, (Live Streaming) lewat Channel Youtube DLA OFFICIAL. Maksud kegiatan ini, selain menyiasati Jakarta yang masih Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), juga ingin mendapatkan masukan dari penonton di manapun berada,” kata Agus Wakil Ketua Ikawangi Jakarta Timur ini.

Backdrop Pentas Streaming, menarik penonton agar bisa berdonasi. (Foto: istmewa)
Backdrop Pentas Streaming, menarik penonton agar bisa berdonasi. (Foto: istmewa)

Sugiman menambahkan, pada siaran live streaming nanti sengaja dipasang spanduk sebagai latar belakang (backdrop) bertulisan Sanggar Segoro, yaitu lembaga sosial bidang seni-budaya kreatif, yang juga bergerak di bidang sosial.

“Kami juga membuka donasi lewat siaran tersebut, hasilnya akan kami gunakan sebagai dana kegiatan sosial, seperti membantu warga yang terkena musibah, serta aksi-aksi sosial lainnya,” pungkas H. Sugiman.

Live Streaming kolaborasi Angklung “Sekar Arum” dengan Campurasri “Laras Arum”, hanya akan menyanyikan lagu-lagu Banyuwangi. Kepada warga Banyuwangi di mana saja berada, atau penggemar lagu-lagu Banyuwangi, jangan lupa mencatat tanggal dan jamnya. (sen)

_blank

Kabar Terkait