oleh

Bejat! Bapak Diduga Setubuhi Anak Tirinya Hingga Hamil

KabarBanyuwangi.co.id – SW (61) warga Kecamatan Blimbigsari ini hanya bisa pasrah, dan tertunduk lesu saat dipamerkan dihadapan sejumlah wartawan yang meliput. Pria paruh baya ini berurusan dengan polisi lantaran diduga menyetubuhi anak tirinya hingga hamil 5 bulan.

Menurut keterangan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudn, perbuatan bejat ini terbongkar berkat laporan ibu kandung korban, TM (43). Dalam laporanya, korban DR (16) anaknya yang masih di bawah umur ini disetubuhi oleh suaminya sendiri SW yang dinikahi secara siri sejak dua tahun lalu.

“Berawal dari laporan ibu korban yang curiga perut anaknya membuncit. Setelah didesak ibunya korban mengaku disetubuhi bapak tirinya. Perbuatannya dilakukan sejak Desember 2017 hingga 2019 lalu. kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin kepada sejumlah wartawan, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga: Diduga Hendak Perkosa Model dengan Dalih Casting FTV, Oknum Produser Film Diamankan Polisi

Baca Juga: Pengaruh Miras, Pria Paruh Baya Tega Setubuhi Anak Temannya yang Masih Belia

Baca Juga: Terlilit Hutang, Ibu Rumah Tangga Buat Laporan Palsu Jadi Korban Penjambretan

Arman menambahkan, awalnya saat itu korban sedang tertidur pulas di dalam kamarnya. Namun, diam-diam bapak bejak ini masuk ke kamar, dan duduk di sebelah korban. Pada saat korban tertidur pulas itu, pria berbadan tinggi, dan berambut sudah beruban ini menaiki tubuh korban.

Sebetulnya sebelum digagahi, korban berusaha berontak saat bapak tirinya melucuti baju, dan menciumi anak tirinya yang masih belia ini. Karena di bawah tekanan, dan ancaman, korban hanya bisa pasrah. Perbuatan bejat bapak tiri ini dilakukan hingga beberapa kali saat korban sedang tertidur pulas di dalam kamarnya sendirian.

“Awalnya, korban saat itu sedang tertidur pulas ditengah malam, pelaku masuk ke kamar tidur korban dan duduk disebelah tempat tidurnya. Korban sebenarnya sempat berontak saat bapaknya menciumi, dan melucuti baju korban, tapi karena diancam, korban hanya bisa pasrah. Setiap kali melakukan aksinya, bapak tirinya selalu bilang ke korban, “Ojok ngomong neng Mak’e”,” tambah Kapolresta.

Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti, daster, dan celana dalam warna pink, celana pendek warna merah, serta satu sarung bermotif kotak-kotak warna hijau.

“Pelaku dijerat pasal 81 ayat (2) atau ayat (3) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 tahun 2020 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Kapolresta asal Makasar Sulawesi Selatan ini. (man)

_blank

Kabar Terkait