oleh

Cafe Duren Dukuh, Tongkrongan Asyik Banyuwangi di Kebun Durian

KabarBanyuwangi.co.id – Menawarkan lingkungan asri, dengan dikelilingi pepohonan durian, Cafe Duren Dukuh merupakan salah satu pilihan wisata kuliner unik di Banyuwangi.

Cafe dengan luas lahan setengah hektar ini, berlokasi di Dusun Dukuh, Desa/Kecamatan Glagah, tepatnya di belakang Polsek Glagah, Banyuwangi, atau jalan menuju Gunung Ijen.

Berbagai fasilitas menarik disuguhkan untuk memikat pengunjung, seperti spot foto instagramable, karaoke, camping ground, tempat bermain anak hingga tempat ibadah.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Disbudpar Banyuwangi Tutup 6 Wisata Kuliner

Baca Juga: Libur Panjang, Rebound Banyuwangi Ramai Wisatawan, Sektor Kuliner Meningkat

Puji Astuti, Owner Cafe Duren Dukuh menjelaskan, nama dari cafe diambil dari kata Duren yang berarti Durian, dan Dukuh diambil dari nama Dusun Dukuh.

“Ya Alhamdulillah meskipun pandemi, masih ada saja yang mengunjungi cafe. Yang paling sering sih pengunjung yang booking tempat untuk acara, mulai dari acara rapat, reuni, arisan, foto model, maupun acara keluarga,” jelas Puji Astuti kepada kabarbanyuwangi.co.id, Sabtu (17/10/2020).

Beberapa menu yang disajikan Cafe Duren Dukuh. (Foto: man)
Beberapa menu yang disajikan Cafe Duren Dukuh. (Foto: man)

Harga dari menu makanan dan minuman sangat ramah di kantong, mulai dari menu kekinian maupun menu tradisional seperti Ayam Kesrut, Pecel Pitik, Nasi Jangan Kelor, hingga Kue Kucur dan Rebusan Semanggi juga tersedia di Cafe Duren Dukuh.

“Tempat ini cocok banget buat keluarga, saya sekeluarga sering kesini. Makanannya murah dan enak. Tempatnya luas, jadi cocok buat camping, bahkan acara weding atau pre-wedding,” kata Carenza, admin foodbloger Instagram @kulinersiangmalam.id

Puji menambahkan, jika konsep cafe miliknya tidak dipatenkan. Melain mengalir begitu saja sesuai apa yang ia suguhkan.

“Di sini fleksibel, mau dipakai acara apapun kita layani. Yang penting harus booking dulu ke WhatsApp kami 085258816970, baru kemuidian kita siapkan,” tegasnya.

Pengunjung berselfie ria dengan durian hasil panen Cafe Duren Dukuh pada saat musim. (Foto: istimewa)
Pengunjung berselfie ria dengan durian hasil panen Cafe Duren Dukuh pada saat musim. (Foto: Instagram @durendukuh)

Hamparan kebun yang ditanami 60 pohon durian berusia puluhan tahun, membuat Cafe ini menjadi destinasi menarik dikala musim durian. Bukan hanya untuk disantap, melainkan juga dijadikan objek selfie.

“Kalau lagi musim, durian yang kita panen secara fresh sangat diburu pengunjung. Terkadang sangking banyaknya permintaan kita nyetok durian dari luar, karena banyak yang tidak sabar menunggu durian matang jatuh dari pohon,” tambah Puji.

Baca Juga: Lomba “Gendhingan Using” Menjaring Bakat Penyanyi Daerah Banyuwangi

Hj. Kamila, Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Banyuwangi yang pada waktu itu melakukan pengambilan gambar Tari Gandrung di Cafe Dukuh Duren mengaku puas dengan apa yang disuguhkan, mulai dari tempat maupun hidangannya.

“Tempatnya nyaman, jauh dari keramaian. Jadi cocok kalau dibuat bikin video kayak gini,” ungkapnya. (man)

_blank

Kabar Terkait