oleh

“De Koffie Haven van Banjoewangi”,  Event Ngopi Sambil Menikmati Selat Bali

KabarBanyuwangi.co.id – Banyuwanngi terus berbenah, untuk membuat kegiatan baru dan terus bekreasi tanpa henti, sepertinya dilakukan Komunitas Pemuda Atalase Banyuwangi. Kumpulan anak-anak muda kreatif ini, menggelar event tempat nongkrong dan minum kopi sambil menikmati indahnya Selat Bali di malam hari. Event diberi titel “De Koffie Haven van Banjoewangie”.

“Kegiatan ini, bagian dari pemulihan ekonomi kreatif  pada era new normal, dengan pemenuhan protokol kesehatan. Kegiatan diadakan dari tanggal 21-23 Agustus 2020, diikuti 4 both kopi, salah satunya melibatkan teman-teman difabel yang  sudah mendapatkan pelatihan Barista dari Komunitas Bares,” kata Novian Dharma Putra, Ketua Pemuda Etalase kepada kabarbanyuwangi.co.id, Sabtu (22/8/2020).

Baca Juga: Bila Penyandang Tuna Rungu Mendapat Pelatihan Rosting Kopi

Baca Juga: Dinilai Berhasil, Blambangan Antik Expo Akan Dilanjutkan Desember 2020

Baca Juga: Lelang Barang Antik Ditunggu-tunggu Pengunjung Blambangan Antik Expo

Para Barista terlihat sibuk menalayani pengunjung, beberapa diantara Barista dari Komunitas Tuli. (Foto: istimewa)
Para Barista terlihat sibuk menalayani pengunjung, beberapa diantara Barista dari Komunitas Tuli. (Foto: istimewa)

Hawa khas pelabuhan tua bersejarah, sebagai pelabuhan ekspor Kopi, Karet, Damar, Kopra dan Pisang ke Australia. Letak rumah kabel telegraf Inggris yang membentang hingga ke Darwin, Australia. Kabel panjang dengan bobot seberat 10.000 Ton dipasang dua kali. Terakhir diputus dan dihancurkan Jepang.

“Keuinikan tempat ini selain yang bisa dilihat langsung, juga kandungan sejarah masa silam sebab pelabuhan tidak pernah tidur akibat aktivitasnya yang tinggi. Para pengunjung sambil menyedu kopi khas Banyuwangi, juga bisa belajar sejarah masa silam kota di ujung timur Pulau Jawa ini,” tambah Novian.

Taman makam pahlawan kedua di kota Banyuwangi, juga ada di kawasan ini. Di Taman yang berbentuk Kapal Laut ini, terbaring jenazah Pasukan Pangkalan X ALRI 0032.  Pasukan garda terdepan, saat agresi militer Belanda pertama terjadi. Belanda yang terlebih dahulu mendarat di Sanur dan menguasai masyarakat Bali, berkali-kali gagal ingin masuk Jawa melalui Banyuwangi.

Suasana Ngopi Seperti ini, akan memberikan kesan yang mendalam. (Foto: istimewa)
Suasana Ngopi Seperti ini, akan memberikan kesan yang mendalam. (Foto: istimewa)

Selain di pelabuhan ini, Belanda mengalami kekalahan ketika digempur pasukan Pangkalan X yang memberi dukungan pasukan kepada I Gusti Ngurah Rai melalui Tanjung Sembulungan, Muncar. Disinilah kemenangan pertama ALRI paska kemerdekaan Indonesia.

“Kami selalu memberi nuansa baru setiap event yang digelar, karena ini wadahnya anak-anak kreatif, saya tidak mau event yang digelar hanya terlaksana tanpa memberikan kesan yang mendalam bagi pengunjungnya,” kata Moch. Lutfi, Pembina Komunitas Pemuda Etalase Banyuwangi.

“Seperti kawang ini, jelas akan berkesan saat menikmati kopi lokal berkualitas internasional. Selain itu dengan berbagai sarana penyajian, mulai dari manual brewing hingga espresso, dari True Brew hingga Cezve,”Moch. Lutfi yang juga Camat Banyuwangi Kota. (sen)

_blank

Kabar Terkait