
Ilustrasi kedua belah pihak berdamai. (Foto: AI)
KabarBanyuwangi.co.id – Buntut viralnya video yang melibatkan dua pelajar di Banyuwangi akhirnya menemui titik terang. Kedua belah pihak keluarga sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan resmi mengajukan pencabutan laporan polisi di Polresta Banyuwangi.
Momen tabayyun dan silaturahmi tersebut berlangsung pada Senin (3/8/2026) malam. Berlangsung hangat dengan disaksikan pemangku wilayah setempat serta Babinsa, kedua keluarga saling memaafkan dan berpelukan demi menatap masa depan anak-anak mereka yang masih di bawah umur.
Ayah dari anak laki-laki mengungkapkan rasa penyesalannya
sekaligus memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat luas atas
kegaduhan yang terjadi.
"Ini ujian bagi kami, pada intinya kami ingin fokus
menata masa depan anak kami. Mohon maaf kepada masyarakat luas, hal ini jadi
beban moril bagi kami, kami harap sudah cukup di sini," ujarnya, Rabu
(5/8/2026).
Sementara, pihak keluarga perempuan mengonfirmasi langkah
mereka untuk memaafkan sekaligus menarik aduan hukum yang sempat dilayangkan ke
kepolisian.
"Saya atas nama keluarga memaafkan keluarga bapak,
kami mau mencabut tuntutannya atas nama (anak laki-laki yang
bersangkutan)," tutur ayah dari anak perempuan tersebut.
Kesepakatan damai ini dituangkan dalam surat pernyataan
bersama yang dibuat secara sadar, sehat jasmani-rohani, serta tanpa adanya
tekanan maupun paksaan dari pihak mana pun.
Langkah konkret perdamaian ini ditindaklanjuti dengan
pengajuan permohonan penarikan Laporan Polisi bernomor STTLP/B/237/VM/2026/SPKT/POLRESTA
BANYUWANGI/POLDA JAWA TIMUR. Dalam dokumen tersebut, pelapor menegaskan bahwa
perkara dianggap telah tuntas secara kekeluargaan.
Kini, kedua pihak keluarga memilih untuk memprioritaskan
pendampingan psikologis dan pemulihan masa depan kedua buah hati mereka. (man)