oleh

Di Kampung Tahu, Ipuk Fiestiandani dan Warga Diskusi Digital Marketing

KabarBanyuwangi.co.id – Calon Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, kembali mengunjungi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, Ipuk mengunjungi sentra UMKM pembuatan tahu di Dusun Timurejo, Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi.

Di dusun yang lebih dikenal dengan sebutan ”Kampung Tahu” itu terdapat 9 UMKM industri rumahan pembuatan tahu. Selain melihat proses pembuatan tahu, Ipuk juga berdialog dengan para pelaku UMKM pembuatan tahu, termasuk soal digital marketing.

“Pasar dari UMKM di sini rata-rata masih offline, meskipun penjualannya telah banyak pesanan dari luar kota utamanya sekitar Banyuwangi. Tapi untuk online masih belum maksimal,” kata Iwan Wasito, Ketua Rengit (Remaja Nekat Gitik Temurejo).

Baca Juga: Bertemu Pendidik NU, Ipuk Fiestiandani Disambut Nyayian Yaa Lal Wathan

Baca Juga: Tahapan dan Pengamanan Pilkada Banyuwangi 2020 Wajib Terapkan Protokol Covid-19

Baca Juga: Golkar Banyuwangi Bergerak Serentak Hingga ke Dusun Menangkan Pasangan Mas Yusuf – Gus Riza

Iwan menambahkan, selama ini untuk kiat memperkenalkan potensi UMKM, anak-anak muda Timurejo membuat Festival Kampung Tahu yang digelar rutin tiap satu bulan sekali. Dalam festival tersebut dipamerkan 30 varian olahan tahu yang dilakukan oleh pelaku UMKM.

“Banyuwangi saat ini terkenal dengan banyaknya festival. Kami berinisiasi membuat Festival Kampung Tahu agar lebih dikenal masyarakat luas. Di sini tahu tidak hanya digoreng biasa, melainkan juga diolah menjadi 30 varian,” tambah Iwan.

Mengetahui hal tersebut, Ipuk mengapresiasi apa yang telah dilakukan  oleh warga Timurejo. Dengan banyaknya varian pengolahan tahu yang dilakukan oleh warga Timurejo, bisa dijadikan sebagai oleh-oleh khas daerah setempat.

“Festival Kampung Tahu itu cukup menarik, karena bisa mendatangkan orang untuk datang ke desa ini. Bisa dijadikan oleh-oleh khas bekerja sama dengan pusat oleh-oleh yang sudah ada di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Ipuk Fiesitandani menciciipi enaka makanan Tahu. (Foto: istimewa)
Ipuk Fiesitandani menciciipi aneka makanan Tahu. (Foto: istimewa)

Terkait digital marketing, menurut Ipuk, perlakuannya memang berbeda dengan offline.

“Dalam dunia digital marketing banyak hal yang harus diperhatikan. Seperti pengemasan yang harus semenarik mungkin, perluas jaringan dan promosi di media sosial, promosi dengan menggunakan teknik foto dan video yang menarik, dan lainnya,” cetus Ipuk yang juga Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Deskranasda) Banyuwangi itu.

UMKM, lanjut Ipuk, juga perlu memahami algoritma di media sosial dalam mempromosikan produknya.

“Sehingga pelatihan-pelatihan digital marketing perlu terus dilakukan. Di Banyuwangi juga ada Rumah Kreatif UMKM yang rutin memfasilitasi peningkatan kualitas desain kemasan, foto produk, dan pemasaran digital secara gratis. Ke depan semua itu perlu ditingkatkan, termasuk strategi jemput bola ke sentra-sentra UMKM perlu diperbanyak,” ujarnya.

“Itu juga bisa dimanfaatkan oleh anak-anak muda desa ini. Yang terpenting adalah kemauan besar UMKM untuk maju. Sudah banyak UMKM di Banyuwangi yang sukses, bahkan mengekspor produknya ke luar negeri,” pungkas Ipuk.

_blank

Kabar Terkait