oleh

Diduga Sakit Hati Ditegur Orang Tua, Pemuda ini Nekat Gantung Diri

KabarBanyuwangi.co.id – Seorang pemuda warga Desa Yosomulyo, Banyuwangi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah rumah kosong tidak jauh dari rumahnya, Senin (1/6/2020) pagi.

Tubuh korban berusia 22 ini ditemukan dengan posisi menggantung di bambu penyangga rumah kosong tak jauh dari rumahnya menggunakan sehelai kain. Temuan ini langsung dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

“Sekitar jam 9 korban diketahui sudah menggantung gitu saja. yang pertama kali menemukan anak saya. posisinya menggantung dengan kain di bambu penyangga rumah yang belum jadi. ketinggian kira-kira 2,8 meter dari tanah,” ungkap Wondo, tetangga korban.

Keluarga tidak menyangka korban yang sebelumnya tidak pulang ke rumah sehari semalaman ini ditemukan tewas dengan cara mengenaskan. Isak tangis tak terbendung saat kerabat, dan keluarganya datang melayat ke rumah duka.

Tim unit reserse kriminal (Reskrim) polsek Gambiran yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan evakuasi, dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Petugas hanya menemukan bekas luka jeratan di leher korban berbentuk vertikal akibat lilitan kain lehernya. Polisi memastikan kematian korban murni lantaran kekurangan oksigen.

Selain itu, dari hasil penyeledikan pihak kepolisian, korban diduga nekat mengakhiri hidupnya diduga sakit hati. Karena sehari sebelumnya korban ditegur orang tuanya agar tak mabuk minum-minuman keras.

“Kita tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Dugaan sementara korban nekat mengakhiri hidupnya gantung diri karena korban ini kan masih muda, mungkin karena terlalu diambil hati setelah ditegur orang tuanya agar tak mabuk mabukan akhirnya korban memilih gantung diri,” jelas AKP Suryono Bakti, kapolsek Gambiran.

Sementra itu, pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses otopsi. Sesaat setelah proses pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi, dan tim medis puskesmas setempat selesai dilakukan, jenazah korban langsung dikebumikan.

“Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi. Setelah olah tkp dan pemeriksaan luar selesai jenazah kita serahkan lagi ke keluarga dan langsung kebumikan,” pungkas AKP Suryono Bakti. (eko)

_blank

Kabar Terkait