oleh

Disbudpar Banyuwangi Gelar Pameran Benda Purbakala dan Lomba Vlog untuk Kaum Milenial

KabarBanyuwangi.co.id  Ratusan barang-barang kuno dan antik peninggalan masa lampau, dipajang di Pameran Kepurbakalaan yang digelar di halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi. Acara yang bertunjuan mengangkat nilai ekonomi dan sekaligus sebagai media edukasi itu, berlangsung  mulai 3 – 5 September 2020.

Kepala Disbudpar Banyuwangi, MY Bramuda, menjelaskan, pameran dimaksudkan sebagai salah satu upaya menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap peninggalan sejarah. Rencana Pameran akan dibuka secara resmi Bupati Abdullah Azwar Anas, Kamis (3/9/2020) besok sore.

“Melalui pameran ini, kita ingin membuktikan bawa benda-benda kuno peninggalan sejarah itu mempunya nilai ekonomi yang tidak kecil. Selain itu, hal-hal yang bersifat etnik seperti ini juga punya daya tarik tersendiri ketika dipamerkan. Dan ini mempunyai nilai jual pariwisata, selain juga mengandung unsur-unsur edukasi,” beber Bramuda.

Baca Juga: Dinilai Berhasil, Blambangan Antik Expo Akan Dilanjutkan Desember 2020

Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Disbudpar Banyuwangi Tutup 6 Wisata Kuliner

Baca Juga: Lelang Barang Antik Ditunggu-tunggu Pengunjung Blambangan Antik Expo

Beberapa benda kuno yang dipamerkan antara lain, Busana dan topi Kebesaran Bupati Banyuwangi ke 7, Pangeran Danuningrat (1736-1764), Pusaka kuno, dan ratusan barang antik lain seperti; lumpang atau lesung, cangkir, cetakan kue, lampu, dan sebagainya.

Pameran ini terbuka untuk umum, tentu tetap mengendepankan Protokol Kesehatan Covid-19. Para pengunjung dibatasi, agar tidak berdesakan. Wajib mengenakan masker dan cuci tangan sebelum masuk ke area pameran.

“Kondisi pandemi yang masih belum menunjukan ke angka penurunan, sehingga pelaksanaan acara yang sudah dirangcang lama ini penuh kehati-hatian. Panitia akan tegas, bila ada pengunjung yang tidak disiplin menegakan protokol kesehatan,” tegas Bramuda.

Benda-Benda Peninggalan Sejarah yang dipamerkan (Foto: Eko Budi)
Benda-Benda Peninggalan Sejarah yang dipamerkan (Foto: Eko Budi)

Sebagai media edukasi, panitia juga akan menggelar Lomba Karya Ilmiah dan Video Vlog dengan total hadiah Rp. 10 juta. Pameran situs budaya sekaligus lomba karya ilmiah dan video vlog, diharapkan bisa memantik rasa ingin tahu generasi millenial, untuk mengenal dan mempelajari sejarah lokal Banyuwangi.

“Kabupaten Banyuwangi memiliki akar sejarah yang panjang mulai zaman kerajaan, kolonial hingga kemerdekaan. Warisan sejarah berupa benda purbakala maupun bangunan bersejarah juga masih bisa ditemui di Banyuwangi.  Harapannya, kegiatan ini bisa menumbuhkan cinta kebudayaan Banyuwangi pada generasi milenial. Banyak cerita sejarah peradaban Banyuwangi yang perlu dituturkan pada generasi milenial,” jelas  Bramuda.

Benda-Benda Peninggalan Sejarah yang dipamerkan (Foto: Eko Budi)
Benda-Benda Peninggalan Sejarah yang dipamerkan (Foto: Eko Budi)

Mengenai lomba sendiri, pihaknya sudah membuka pendaftaran untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum dengan batas waktu akhir pengumpulan karya pada 3 September 2020. Karya ilmiah, para pelajar dan mahasiswa, bisa mengirim karya dengan tema, “Edukasi Peradaban di Balik Benda Bersejarah Banyuwangi”. Pendaftaran bisa melalui link https://bit.ly/2FZ5DgD.

Sementara untuk lomba vlog dengan tema “Situs Budaya dan Obyek Heritage Banyuwangi” dibuka untuk umum, pendaftaran dan pengiriman video di link https://bit.ly/2QmuZXJ. Pengumuman pemenang lomba sendiri akan berlangsung pada tanggal 5 September, pada hari terakhir pameran benda purbakala, ditutup dengan pagelaran wayang kulit. (bud/sen)

_blank

Kabar Terkait