oleh

Ipuk Fiestiandani Ulang Tahun Bersama Anak Yatim dan Dhuafa, Sholawat Menggema di Kediamanya

KabarBanyuwangi.co.id – Tanggal 10 September 2020 hari ini merupakan hari ulang tahun yang paling berkesan bagi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas. Sebab di ulang tahunnya yang ke-46 ini, Ipuk membuat keputusan besar, yaitu menerima dorongan banyak pihak untuk menjadi calon Bupati Banyuwangi.

“Yang paling berkesan di usia saat ini adalah keputusan untuk menerima dorongan banyak pihak agar saya maju sebagai calon bupati. Ini keputusan yang besar bagi saya pribadi, karena ini soal amanah dari rakyat,” kata Ipuk Fiestiandani, Kamis (10/9/2020).

Peraih penghargaan Manggala Karya Kencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) itu mengatakan, keputusan menjadi calon Bupati Banyuwangi merupakan kepercayaan dari rakyat sekaligus tantangan yang harus dituntaskan.

”Ini juga merupakan upaya melanjutkan cita-cita masyarakat Banyuwangi agar kemajuan terus diukir, dan kesejahteraan ditingkatkan,” ujar perempuan yang pernah mengikuti belajar singkat pengembangan kebijakan pariwisata di Spanyol.

Baca Juga: Pesan KH Marzuki Mustamar, Agar Mas Yusuf – Gus Riza Mengkonsolidasikan Warga NU Banyuwangi

Baca Juga: Tes Kesehatan Pasangan Ipuk-Sugirah Berjalan Lancar, Doakan Warga Banyuwangi Sehat

Ulang tahun kali ini, Ipuk merayakan secara sederhana bersama anak yatim dan dhuafa di sekitar rumah pribadinya di Kelurahan Kebalenan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Bersama anak yatim dan dhuafa, Ipuk melantunkan salawat, dilanjutkan makan bersama. Bagi Ipuk, menyantuni anak yatim menjadi doa yang ampuh dan penuh berkah.

Selain anak yatim dan dhuafa, Ipuk juga banyak mendapat ucapan selamat dari para tetangga. Sebab, selama ini di lingkungan Kebalenan, Ipuk yang berpasangan dengan H. Sugirah dalam pencalonan Bupati tahun 2020 tahun ini sering mengundang para tetangga saat ada kegiatan atau hanya untuk sekadar makan bersama.

Ipuk Fiestiandani merayakan ulang tahun bersama anak yatim dan dhuafa. (Foto: istimewa)
Ipuk Fiestiandani merayakan ulang tahun bersama anak yatim dan dhuafa. (Foto: istimewa)

Bahkan saat hendak mendaftar sebagai calon Bupati Banyuwangi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa hari lalu, perempuan yang pernah studi pengembangan sektor kreatif di Korea Selatan itu, mengawali dengan meminta doa restu dan berpamitan pada tetangganya.

“Jadi selain mengundang anak yatim dan dhuafa, hadir pula berbagai komunitas perempuan, ada perwakilan bank, dan lainnya yang datang hanya untuk mengucapkan selamat, dan ikut mendoakan agar mendapat keberkahan. Terima kasih pada semuanya. Semoga menjadi lebih baik, ditambah iman dan taqwa, bisa bermanfaat untuk orang lain dan masyarakat Banyuwangi,” ucap Ipuk.

Baca Juga: Jelang Pilbup Banyuwangi 2020, Polresta Gelar Simulasi Pengamanan Kota

Bagi Ipuk menjadi calon Bupati Banyuwangi bukan soal kekuasaan, namun lebih pada panggilan untuk mewujudkan Banyuwangi yang saat ini sudah baik agar lebih baik lagi.

”Kalau mau, saya bisa memilih relatif lebih santai dengan berbagai aktivitas sosial yang selama ini saya jalani. Tapi ini soal panggilan, karena banyak pihak mendorong saya mau menjadi calon bupati,” pugkas Ipuk.

Dalam Pilkada Banyuwangi 2020, Ipuk berpasangan dengan Sugirah sebagai calon wakil bupati. Duet tersebut diusung oleh PDI Perjuangan, NasDem, PPP, Gerindra, dan Hanura; serta didukung berbagai partai lainnya, seperti PAN, Perindo, PKPI, Berkarya, PSI, dan Garuda. (red)

_blank