Kabid Damkar Banyuwangi : Jumlah Kebakaran 2021 Menurun 45 PersenDamkar Banyuwangi


Kabid Damkar Banyuwangi : Jumlah Kebakaran 2021 Menurun 45 Persen

Keterangan Gambar : Kebakaran pasar Kalibaru beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa/dok)

KabarBanyuwangi.co.id - Peristiwa kebakaran beberapa kali terjadi di Banyuwangi, mulai dari bangunan gedung hingga kebakaran di permukiman padat penduduk.

Merujuk data Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyuwangi, jumlah kasus pada tahun 2020 mencapai 40 kejadian, dengan rincian kebakaran rumah sebanyak 14, kebakaran sampah 1, kebakaran kendaraan 3, kebakaran gedung 12, lahan 2 dan lain-lain 8.

Damkar juga melakukan penanganan kejadian non kebakaran, diantaranya banjir 1, dan evakuasi binatang 3. "Jika dibandingkan dengan tahun 2020, jumlah insiden kebakaran sepanjang Januari hingga Desember 2021 mengalami penurunan, yakni sebanyak 25 kejadian," ujar Kabid Damkar Banyuwangi, Sultoni, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga :

Sultoni merinci, peristiwa kebakaran di tahun 2021 diantaranya, kebakaran rumah sebanyak 12, kebakaran sampah 2, kebakaran kendaraan 2, kebakaran gedung 7 dan kebakaran lahan 1 kejadian.

Sedangkan untuk kejadian non kebakaran, Damkar Banyuwangi secara intens membantu penanganan banjir di 4 lokasi, evakuasi binatang 12 dan penanganan pohon tumbang 1.

"Prosentase peristiwa kebakaran di tahun 2021 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurun sekitar 45 persen. Kebakaran terbanyak menimpa rumah hunian warga," kata Sultoni.

Menurut Sultoni, faktor penyebab kebakaran gedung dan rumah di Banyuwangi terbanyak adalah korsleting listrik dan warga yang lupa mematikan kompor gas.

Selain itu, ada juga kebakaran lahan dan sampah. Kejadian tersebut, biasanya terjadi pada musim kemarau. "Untuk kebakaran lahan dipicu angin kencang dan juga lahan kering," cetusnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan kompor gas maupun memastikan agar kabel yang digunakan dalam rumah sudah sesuai dan tidak mengalami gangguan atau kerusakan yang dapat memicu korsleting listrik.

"Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan melakukan upaya antisipasi kebakaran, khususnya mereka yang hendak keluar rumah bisa memastikan kompor sudah mati. Selain itu, instalasi listrik yang mengalami gangguan, sebaiknya segera diperbaiki," pungkasnya. (fat)