oleh

Kegiatan Ekonomi Tetap Jalan, Protokol Kesehatan Diutamakan

KabarBanyuwangi.co.id – Sektor ekomoni, terutama kalangan UMKM terus mencari bentuk, atau model usaha saat memasuki era Normal Baru. Sementara aparat pemerintahan, akan terus mengawasi secara ketat prtokol kesehatan saat kegiatan ekomi berjalan. Apalagi berdasarkan data yang ada, jumlah penderita Covid-19 masih fluktuatif.

Memasuki Era Normal baru, MoCa Moving Studio bersama Aura Lentera Podcast, menggelar acara “GESAH NGOPI BROTHERHOOD SELAWASE”. Tema yang diangkat, menyikapi era New Normal dalam Ekonomi Kreatif. Sebagai pembicara, Camat Banyuwangi, Danramil, Kapolsek, serta Lurah Kampung Mandar, Pemuda Kampung Mandar dan Forum Komunikasi Pemuda Etalase Kecamatan Banyuwangi.

“Seru dan asik gesah malam ini, dengan ditemani secangkir kopi. Dalam hal ini Para narasumber menghimbau agar masyarakat Banyuwangi tetap harus waspada bahaya Covid-19, meski penerapan New Normal sudah diberlakukan. Pernyataan ini kembali ditengaskan. karena semakin bertambahnya korban akibat Covid-19 di Banyuwangi” tegas Novian dari Forum Komunikasi Pemuda Etalase Banyuwangi, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Banyuwangi Simulasi New Normal Sentra Kuliner, Pantau Pelayan sampai Juru Masak

Acara yang belangsung di area kuliner Plengsengan Kampung Mandar ini sebagai forum saling mengingatkan antar elemen, utamanya pelaku ekonomi, dan pemerintah sebagai pengawas pelaksanaan berlakunya era Normal Baru. Acara talk-show yang dipandu oleh Indah Caturningtyas ini, menjadi sahdu dengan aroma Ikan Bakar yang menyeruah sepanjang sentra kuliner Ikan Bakar.

Menurut Lurah Kampung Mandar, Dwi Sasongko, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi ketentuan protokol kesehatan di tengah kegiatan ekonomi yang mulai marak lagi.

“Merujuk pada aturan yang disampaikan oleh Bupati kepada Camat sampai ke Kelurahan, yaitu semua pedagang di Plengsengan ini berjualan harus sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan,” kata  Dwi Sasongko.

Helmi (Pemuda Kampung Mandar) dan Lurah Kampung Mandar, Dwi Sasongko. (Foto: istimewa)

Sementara itu, menurut pemuda Kampung Mandar, Helmi, pemeberdayaaan ekonomi kreatif harus sejalan dengan protap kesehatan terkait Covid-19 sebagaiamana di era New Normal. Kegiatan ekonomi ini harus berjalan, untuk memulihkan kondisi perekonomian masyarakat Plengsengan Mandar.

“Yang perlu segera dilakukan adalah penambahan fasiltas, untuk mendukung protap Covid-19. Misalnya tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan masker, serta face shield bagi pelaku usaha. Kalau tidak memenui ketentuan, dipertegas untuk tidak melakukan kegiatan ekonomi,” tegas Hilmy.

Kegiatan yang mendapat respon dari tokoh masyarakat, dan pelaku usaha ini, menghasilkan sejumlah kesepakatan yang bisa dijalankan bersama-sama.

“Semua harus bergandengan tangan, baik pemerintah, dan masyarakat untuk berada di garda depan. Karena semua berhubungan langsung dengan masyarakat banyak, ” kata Indah menyimpulkan point-point Gesah yang disepakati. (sen)

_blank

Kabar Terkait