oleh

Komunitas E Grank Bicycle, Siap Kampanye Go Green dan Healthy

KabarBanyuwangi.co.id – Keberadaan Komunitas Sepeda Egrang, atau E-Grank Bicycle di Dusun Tegalpare, Desa Ringinputih, Kecamatan Muncar, memang baru beberapa bulan terbentuk. Namun kehadirannya di jalanan dan tempat wisata di wilayah Banyuwangi Selatan, cukup menyedot perhatian masyarakat. Maklum, komunitas yang baru beranggotakan 3 orang ini menaiki sepeda dengan ketinggian 2 meter.

“Kehadiran kami memang hanya beberapa bulan, tapi yang ingin gabung banyak. Syarat utama memiliki sepeda Egrang, dengan ketinggian 2 meter. Sepeda Egrang ini hasil modivikasi Bengkel Las di Sumberberas, Muncar. Semua menggunakan sepeda bekas, dengan penampakan rangka besi hingga lebih tinggi dari sepeda biasanya,” ujar Hassan Kromotirto, penggerak Komunitas kepada kabarbanyuwangi.co.id, Minggu (12/7/2020).

Menurut Guru MTs Miftahul Huda, Tegalpare, Muncar ini, kehadirannya ke tempat wisata di Banyuwangi selatan, selalu mendapat sambutan yang menyenangkan. Bahkan seringkali menjadi tontotan warga, dan menanyakan tempat modivikasi sekaligus biaya yang dibutuhkan.

“Selama ini, masih rute dekat sekitar Muncar dan Tegaldlimo. Seperti Pelabuhan Muncar, Alas Purwo dan Oling River Food. Nanti kalau anggotanya sudah banyak, rute gowesnya ditambah lebih jauh lagi. Tentu dengan persiapan lebih matang. Sekarang sifatnya masih mencari teman dan pengenalan,” tambah Hassan.

Sepeda engrang setinggi 2 meter. (Foto: istimewa
Sepeda Engrang setinggi 2 meter. (Foto: istimewa)

Biaya modivikasi satu unit sepeda Egrang ini mencapai Rp. 750 ribu, itu termasuk murah dibanding dengan harga sepeda untuk Gowes. Komunitas ini hanya tiga orang yaitu, Nur Cholis, Lukman Fauzi dan Hassan Kromotirto. Namun setiap aksi di tempat-tempat wisata, mereka selalu diiringi sejumlah orang yang menggunakan sepeda biasa.

“Pasukan penggembiranya banyak, karena kegiatan touring kami ke tempat-tempat Wisata di Banyuwangi selatan, adalah bagian dari edukasi masyarakat tentang Go Green dan Healthy. Itu misi kominitas kami terhadap penghijauan lingkungan dan kesehatan manusia. Makanya nanti ke depannya akan dirumuskan secara detail penampilan komunitas dan wilayah yang menjadi sasaran kampanye kami,” ujar Ketua Komunitas yang bermarkas di Dusun Tegalsumur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo.

Perjuangan Hassan dan teman-temannya di Komunitas E-Grank Bicycle ini memang tidak mudah, karena ke cenderungan masyarakat banyak memilih dengan sepeda modern yang banyak peminatnya juga lebih simple.

“Kami terus berusaha, agar komunitas ini bisa diterima masyarakat. Apalagi kalau dilihat dari pembiayaan, tidak semahal dengan Sepeda gowes yang sekarang lagi ngetren. Melihat sambutan warga setiap kami di jalan, atau kami melintas di tempat wisata, kami yakin Komunitas ini akan berkembang dan mempunyai ciri khas tersendiri,” pungkas Hassan. (sen)

_blank